Friday, November 30, 2007

Never ending miracle


Kulihat kebahagiaan di wajah kalian
diantara guratan lelah yang ada
kedamaian tersimpan disana
Dua tubuh yang beda, tapi sama
dua jiwa yang beda tapi serupa
Kalian baru saling mengenal, dan bertatap muka
namun menyatu di hati
Ini sebuah keajaiban 70 hari lalu
ketika raga mungil itu menggeliat dari gua tidurnya
Dan kini tetap sebuah keajaiban
ketika tubuh kalian menyatu seiring jiwa
saling menyesapi rasa hingga kerongga alam pikiran
Aku tak pernah melihatnya
Garis kebahagiaan terdalam yang pernah muncul
Ketika tubuh mungil itu merapat diantara tubuh kecil ibunya yang tengah tenggelam dalam kenikmatan hidup

For Hanna, Jeremy, dan keajaiban diantara kalian

Sunday, November 25, 2007

Ughhhh

Tak kuhiraukan darah yang terus mengalir dari punggung tangan kananku. Tak kuindahkan rasa sakit yang terasa memukul punggung dan bahuku. Aku terus bertahan ditempatku berdiri menghalangi kemarahan kalian yang terasa benar ingin saling menyakiti, diantara teriakan-teriakan emosi yang menggemakan telingaku. Aku ikut teriak, menangis dan memohon kalian menghentikannya, tapi semuanya seolah tak peduli membuat pertahananku luruh, aku runtuh dilantai dengan simbahan keringat, air mata dan darah yang akhirnya membuat kalian terdiam.
Tubuhku penuh luka, darah, dan goresan, Namun tak seluka hatiku. Tubuhku penuh lebam dari kaki hingga wajah. Namun tak selebam otak dan pikiranku yang membengkak hampir pecah dengan hujanan emosi. Seluruh tubuhku sakit tak mampu bergerak dan berkata. Namun tak sesakit hati dan jiwaku yang hampir mati saat itu.
Mengapa tak bunuh saja aku dengan pisau tepat didada kiriku??. Mengapa kalian pilih membunuhku dengan cara perlahan yang teramat menyakitkan seperti ini…………..

Wednesday, November 14, 2007

Menjelang Kematian

Mungkin ini yang dirasakan mereka yang menghadapi kematian. Panik, takut, lemas, dan segala macam rasa kebingungan lainnya terus memberondong.
Entah karena apa malam ini aku merasa tengah menghadapi kematian. Rasanya hari ini aku menjalani rutinitas seperti biasa. Bangun pagi untuk liputan, pulang kantor sore, dan pulang kembali ke tempat kost malam hari atau tepatnya jam 9 malam untuk hari ini. Makan pun sama seperti biasanya, dua kali sehari plus aneka camilan yang lumayan banyak.
Pikiranku pun lagi tak menumpuk seperti biasanya. Jadi rasanya semuanya baik-baik saja, namun merasa agak lemas. Akhirnya kuputuskan untuk tidur saja, dan berharap esok pagi kondisiku bakal lebih baik. Setelah tertidur selama 10 menit di jam 11 malam, tiba-tiba bangunku terganggu oleh perasaan sekelebat bayangan putih melewati tubuhku dengan cepat.

Saat bangun, tubuhku tiba-tiba sangat lemas dan berkeringat dingin. Aku mencoba mengabaikannya seperti kata orang bahwa sugestilah yang membuat kita sakit dan takut. Mungkin karena datangnya bayangan putih tadi aku menjadi takut dan lemas seperti ini, pikirku. Tapi nyatanya rasa lemas itu terus terasa bahkan bajuku mulai banjir oleh keringat dingin.
Seketika aku ingat kematian, dan berpikir apakah ini waktuku? Lantas aku merasa takut setengah mati, panik, dan tak tahu harus apa.
Kucoba menenangkan diri dengan menarik nafas panjang, dan merebahkan tubuh diatas kasur lantaiku. "Semua baik2 saja" kataku pada diri sendiri. Akan tetapi ternyata setiap kali aku duduk atau merebahkan tubuhku, rasa lemas itu makin menjadi dan bahkan aku merasa keluar dari tubuhku.
Aku semakin panik, sembari meneguk air putih banyak-banyak dan membalurkan minyak kayu putih hingga satu botol penuh keseluruh tubuhku. Namun rasa lemas itu terus datang&kini malah disertai pusing dan perasaan ingin pingsan.
Aku kembali menenangkan diri, sekaligus meyakinkan diriku bahwa aku baik2 saja, sekedar mencari pegangan keyakinan dan mencari tahu apa yang terjadi padaku.
Kuputuskan pergi ke RS malam itu. Dengan tenaga tersisa, kuganti pakaianku, meraih dompet dan ponsel untuk sekedar berjaga2 jika sesuatu terjadi padaku. Intinya aku berusaha bersikap rasional malam ini.
Melewati lorong pintu kost2 dan menuruni anak tangga yang terasa makin sempit rasanya sangat lama dan jauh. Meski diluar sangat gelap dan sepi, rasa takut akan kematian lebih besar dari rasa takut akan hantu ataupun serangan orang jahat diluar sana.
Kulongok kiri kanan, tak ada satupun orang atau tukang ojek yang kucari. malam ini tak seperti biasanya.
Sempat terpikir mengetuk salah satu pintu teman sekost, namun aku masih berpikir takut merepotkan. Akhirnya jadilah semalaman itu aku duduk diteras dengan pandangan kosong mengamati akurium yang sudah berwarna hijau karena lumut diteras kostku itu.
Kulirik jam di ponsel dan sudah pukul 2 malam, tapi rasa lemas terus datang. Akhirnya akupun masuk kamar, masih berusaha meyakinkan diriku semua baik-baik saja. Namun rasa takut membuat aku tidak ingin tidur karena khawatir aku tak mampu lagi bangun jika tertidur.
ku ganjal kepalaku dengan dua bantal tinggi-tinggi, kupaksa mataku terbuka lebar-lebar. Televisi kubiarkan menyala agar kilatnya terus menyadarkan aku dari tidurku, lampu pun kubiarkan menyala malam ini. bahkan kubiarkan pintu kamarku terbuka, agar jika sesuatu yang buruk terjadi padaku, seseorang bisa mengetahuinya. Dan aku terus terjaga hingga pagi, meski terkantuk-kantuk luarbiasa. Malam itu, kamarku terasa lebih luas dua kali lipat dari sebenarnya, sinarnya lebih terang dari biasanya. di ujung ekor mataku, seringkali terlihat bayangan putih itu lagi, dan aku diam tak bicara waspada akan sesuatu yang mungkin terjadi.
Pukul 07.00wib, hati dan tubuhku mulai berkompromi. Aku lebih baik, namun kepalaku terasa berat karena tak tidur semalaman. Akan tetapi, aku lega karena masih bisa menghirup udara pagi ini, dan bangkit dari kelelahan yang melanda semalaman.
Setengah berbisik aku berkata pada diriku sendiri, syukurlah aku tidak apa-apa hari ini. lantas membayangkan ketakutan semalam yang menerpaku. Sesaat rasa kematian itu tiba, aku teringat wajah mama, wajah papa, dan wajah keluargaku. Terbayang bagaimana mama menghadapi jika hal buruk terjadi padaku, dengan penyakit jantungnya itu. Aku teringat akan dosaku, akan kewajiban dan janji-janjiku pada mereka. Dan aku bersyukur masih bisa hidup hari ini, dan terlepas dari cerita kematian seorang diri.
Tuhan, biarkan aku mati disamping keluargaku, itu saja……………….


Wednesday, November 07, 2007

Hanya ingin



aku hanya ingin menggenggam tanganmu
hingga pagi tiba
aku hanya ingin menggenggam tanganmu
hingga tenang hatiku
aku hanya ingin menggenggam tanganmu
hingga habis kerinduanku
aku hanya ingin menggenggam tanganmu
untuk merasakan sedikit hangatmu
aku hanya ingin menggenggam tanganmu
hingga waktuku habis untukmu
meski hanya sedetik, semenit, satu jam, atau bahkan setahun
aku hanya ingin menggenggam tanganmu
hingga kau tinggalkan aku
selamanya
yah selamanya

Monday, November 05, 2007

Memiliki diri sendiri



Kedengarannya sepele, dan bukan sesuatu yang harus dipertanyakan lagi. Semua orang pasti memiliki dirinya sendiri bukan? Tapi nyatanya itu tidak terjadi pada semua orang, tidak pada semua orang, setidaknya tidak padaku.
Aku ingin bebas berpikir sesuai dengan inginku
Aku ingin bebas berjalan sesuai dengan arahku
Aku ingin bebas bertindak sesuai dengan jiwaku
Aku ingin bebas berhasrat sesuai dengan impiku
Kenapa mesti ada batasan ini, yang menghadang segala ingin, arah, jiwa bahkan impiku meski semuanya ada didepan mata
Mungkinkah kulepas nurani, simpati, empati tuk mereguk sedikit saja egois, meski sesaat?
Mungkinkah kutanggalkan semua beban, tuk menggapai sedikit saja asa, meski sedetik?
Mungkinkah kalian biarkan aku sesaat menikmati diriku sendiri, tanpa perlu memonopolinya?
Aku tak butuh waktu lama, hanya sedetik, sesaat, sekejap, selintas.
Hanya sekedar menikmati diriku seutuhnya

Thursday, October 25, 2007

Sesederhana itu



sesederhana apakah kebahagiaan? Kebahagiaan adalah sebuah pilihan. yang bisa menjadi sederhana jika menjadi pilihan tepatmu.
Ketika aku melewati tanah lapang berbatu itu ditengah gelap malam, nuansa berbeda kurasakan dari hari-hari biasanya. Malam itu kutemukan seorang bapak dan dua putranya yang berusia sekitar 5 dan 3 tahun tengah asyik berbaring diatas tikar kusam diteras rumahnya yang hampir roboh. sang bapak asyik bernyanyi sambil berbaring dan mengangkat tinggi tangannya seolah mengekspresikan lagu yang dibawakannya. sementara kedua anaknya berbaring dengan berbantal perut sang ayah, sambil mengganggu keasyikan sang ayah untuk mengganti lagu yang dibawakannya. Sambil tertawa, sang ayahpun lantas mengganti lagunya dengan lagu baru pilihan sang anak yang dinyanyikannya masih dengan suara lantang nan falsnya. Lantas terdengarlah lagu Matta Band yang kini sedang digemari anak muda keluar dari mulutnya.
"O o kamu ketahuan pacaran lagi dengan dirinya teman baikku........"
mereka merasakan kebahagiaan, yang lantas tertular padaku yang tersenyum menyaksikan tingkah polahnya.
yah sesederhana itulah kebahagiaan.

Tuesday, October 23, 2007

Persinggahan sesaat



kau singgah lagi dalam sedetik
memaksa ku melepas nuraniku
kemudian kau hempaskan
memaksa anganku melambung jauh
kemudian kau sungkurkan
memaksa tubuhku menyegar
kemudian kau lemparkan
mampukah debu menjadi batu
mampukah loyang menjadi emas
jika kerap kau lumpuhkan semua asa?
patah rasaku tertumbuk kecewa
rapuh hatiku terhadang gundah
lebur jiwaku terbalut sedih
runtuh cintaku tertiup nestapa
kau hisap batinku hingga hilang rasaku
kau serap ragaku hingga hilang asaku
kau reguk otakku hingga hilang akalku
kau rebut jantungku hingga hilang duniaku
kau rampas nuraniku hingga hilang hidupku
aku menyerah
dengan seuntai kain putih lusuh ditanganku
aku menyerah
kalah........
biarlah......

Friday, September 28, 2007

have u ever feel this?

Apa kau pernah menangis tanpa sebab?
aku pernah
sering bahkan
seperti malam ini
ketika semula kuterdiam
lantas berkaca
kemudian terisak
tapi aku tak tahu yang kutangisi
hanya ingin menangis
tanpa penghibur
tanpa bahu bersandar
tanpa teman disampingku
rasanya melegakan
sekaligus menyesakkan

27 september 2007

Sunday, September 23, 2007

SEMU reunion (it was great)


Sabtu, 22 September 2007 Sari Ega, Mia, dan Ulfa (SEMU) genk ketika masih duduk di kelas 3 SMU dulu reuni.
yah, meski sudah jarang bertemu, namun dalam hati kami masih tetap saling memiliki.
Setelah kurang lebih lima tahun SEMU tidak lagi "bersemu", hari ini akhirnya kita reunian. Rumah Ulfa alias Maria Ulfa yang kali ini jadi sasaran pertemuan kita.
Rencana reuni lewat buka puasa itu, memang sudah dijadwalkan jauh-jauh hari, dan menjadi salah satu jadwal yang kutunggu juga.
Buktinya, aku jadi orang pertama yang datang kerumah Maul (ulfa), disusul Ega, dan Sari yang memang selalu datang paling buncit. "Gw kan guest star jadi datang belakangan. biar jadi pusat perhatian," itu selalu alasannya sejak kita masih SMU dulu.

Kali ini, kami buka puasa dengan makanan yang kami masak sendiri, nah lho. alasannya, biar bisa lebih santai ngobrol, juga alasan tiga temanku yang sudah tua-tua itu heheheh yang sudah malas ngantri di mall untuk order makanan. "Sudah gak jaman. buka puasa di mall khusus untuk ABG," kompak alasan mereka.
Makanan yang kami siapkan cukup melimpah, mulai dari ayam goreng, capcay sayur ayam dan cumi, bakwan jagung, tempe goreng, otak-otak goreng, es buah, risol goreng, semangka kuning favoritnya Ega. Lantas, mana nasinya? wekekekek ternyata saking sibuknya masak, nasinya malah lupa masak.
namun, meski nasi terlambat masak dan acara makan besar terpaksa ditunda, kita tetep gak kehilangan semangat menggosip. atau tepatnya bernostalgia dengan masa lalu.
ternyata banyak hal yang sudah aku lupakan dari kebersamaan kami, diingatkan kembali dalam pertemuan kemarin. Acara gosip pastinya kurang seru tanpa acara foto-foto yang menjadi hobi kami selama ini. maka jadilah pose sana pose sini. mulai dari didepan piring kotor, diatas motor, hingga dibalik pagar rumah. wekekekek norak memang tidak pernah lepas dari predikat kami, meski sudah setua ini.
hmmm pokoknya pertemuan kemarin ibarat obat rindu buat aku yang memang paling jarang berkumpul, bahkan disaat dua diantara SEMU resmi dipersunting laki-laki pujaan hehehe.
meski demikian, kalian pasti tahu bahwa kalian masih tetep temanku, dulu, kini, sekarang dan selamanya.

teman
ternyata kita tidak banyak berubah kecuali waktu
ternyata kita tidak banyak berubah kecuali jarak
ternyata kita tidak banyak berubah kecuali sikap
ternyata kita tidak banyak berubah kecuali matang
ternyata kita tidak banyak berubah..............
karena kita masih tetap saling memiliki

Thursday, September 20, 2007

Brain gym

Anda pasti berharap anak Anda pintar, lincah dan energik setiap saat. Salah satu caranya dengan memberikan asupan gizi yang lengkap bagi anaknya sejak dini, dan memberikan pendidikan sejak dini.
Selain metode tersebut, kini Anda juga bisa mencoba metode brain gym untuk menstimulasi perkembangan otak anak Anda. Karena ternyata bukan hanya tubuh dan wajah saja yang membutuhkan senam, maka otakpun ternyata memerlukan senam untuk merangsang tumbuh kembangnya.

Menurut ahli terapis brain gym 101 tersertifikasi Lely Tobing, brain gym atau senam otak merupakan serangkaian gerakan sederhana yang dapat membantu perkembangan otak secara keseluruhan, baik dalam sisi koordinasi mata, telinga, tangan dan seluruh anggota tubuh. ”Pada awalnya, program ini diterapkan untuk anak berkebutuhan khusus, namun seiring waktu diterapkan juga untuk anak-anak normal untuk menstimulasi otaknya agak berkembang lebih optimal,” ujar Lely dalam kegiatan sehari brain gym yang digelar oleh Huggies pekan lalu.
Selain itu, program dari Educational Kinesiology Foundation USA yang dikembangkan oleh Dr. Paul E Dennison ini, ditujukan untuk meningkatkan perkembangan kognitif, fisik, bahasa, sosial dan emosional anak secara bertahap, sehingga kemampuan belajar anak bisa meningkat.
Melampui tiga dimensi
Lely menyebutkan bahwa brain gym memiliki tiga dimensi pelatihan, yakni dimensi lateralitas, (kiri-kanan) untuk melatih koordinasi tubuh kiri kanan. Jika anak bermasalah dalam dimensi lateralitas, maka bermasalah dalam koordinasi tubuh kiri-kanannya seperti sulit memakai baju sendiri, lempar tangkap bola, menggambar, komunikasi, bernafas dll.
Yang kedua adalah dimensi centering (pemusatan, pengaturan), untuk koordinasi tubuh atas dan bawah, atau untuk system limbis (midbrain) dan otak besar (cerebral cortex). jika dimensi centeringnya bermasalah, maka koordinasi tubuh atas bawah tidak bagus seperti sulit melompat, keseimbangan, jongkok berdiri, gampang jatuh tersandung, takut ketinggian, dari sisi emosi yang tak terkontrol, agresif atau pasif.
Yang terakhir adalah dimensi fokus (fokus pemahaman) untuk mengkoordinasi bagian tubuh muka belakang, batang otak atau brainstem dan bagian depan otak (frontal lobes). Untuk anak yang dimensi fokus tidak seimbang maka akan tampak koordinasi depan belakang yang bermasalah seperti: gampang capek, otot-otot kaku terutama bagian belakang, gampang tantrum, fokus kurang, tidak mampu mengendalikan diri kapan berhenti dan kapan untuk maju dalam berbagai hal.
Selain untuk anak-anak, brain gym juga bisa dilakukan orang dewasa untuk meningkatkan kosentrasi, stamina, stress release, fokus, perilaku dan ketenangan emosi, performa olah raga, rasa percaya diri, menyanyi, musik, matematis, dll.
Sementara jika brain gym dilakukan pada anak dibawah 3 tahun, maka otak mereka dapat terstimulasi dengan optimal sehingga bisa memiliki kepribadian yang baik, relaks, lebih konsentrasi, punya daya ingat tinggi, dan terhindar dari berbagai masalah seperti disleksia, dispraksia dan sebagainya.
Tahapan brain gym
Setiap anak, umumnya akan mengalami lima tahapan dalam perkembangannya, antaralain tahapan ketika bayi lahir, dimana dia bisa bergerak namun tidak berpindah tempat (movement without motility). Tahap kedua adalah saat belajar bergerak dengan merayap (crawling), lalu belajar merangkak (creeping), berjalan (walking), dan berlari (running). “Jika tahapan ini terlewati, maka biasanya anak akan mengalami hambatan fungsi otak ataupun organ fisiknya,” tambah dia.
Sebelum brain gym dimulai sebaiknya dilakukan konsultasi pada dokter, dan juga dilakukan langkah pemanasan yang disebut PACE (Positive, Active, Clear dan Energetic) untuk menciptakan keadaan yang nyaman untuk belajar yang terdiri dari 4 aktifitas sederhana yaitu air, saklar otak, homolateral/gerakan silang dan kait relaks.
Keuntungan brain gym inipun diakui oleh Cherryl Fika, ibu dari Teuku Rasya (5 bulan). Menurut dia, kegiatan brain gym ini sangat membantunya dalam melatih kemampuan otak dan juga fisik putranya. Selain itu, dia juga mengaku jadi merasa lebih dekat dengan anaknya setelah melakukan beragam kegiatan yang melibatkan ibu dan anak seperti halnya gerakan brain gym ini. ”Menurut saya gerakan ini sangat sederhana, aplikatif, dan bisa diterapkan pada saat kita di rumah. saya pun, sering melakukannya sebelum memandikan anak saya saat mandi pagi atau mandi sore,” ujar Cherryl yang mengaku sering mengikuti beragam seminar yang bertema stimulasi otak pada anak itu.
Selain itu, Cherryl juga mengaku setelah melakukan brain gym, anaknya menjadi lebih kreatif dan lebih mudah beradaptasi dengan lingkungan dan juga teman sebayanya.

Gerakan Brain Gym bagi anak usia 6-12 bulan
1. Saklar Otak : Memijit dua titik di bawah clavicular kiri-kanan dari sternum, sambul tangan lain memegang pusar untuk mengaktifkan sisi otak kiri dan kanan, meningkatkan energi ke mata
2. Tombol Bumi : Memijit titik dibawah bibir dan tangan lain di tulang kemaluan untuk mengaktifkan energi di otak tengah, menyeimbangkan emosi, mengaktifkan kemampuan melihat atas dan bawah
3. Tombol Angkasa : Memijit titik di atas bibir dan tangan lain memegang tulang ekor untuk mengaktifkan energi ke otak, menyeimbangkan kemampuan melihat jauh dekat, menyeimbangkan emosi
4. Gerakan Homolateral : Mengerakkan kaki kiri dengan tangan kiri bergantian dengan sisi yang lain, secara pasif untuk mengaktifkan spesialisasi otak kiri dan kanan, lateralisasi.

Sementara itu, untuk anak usia 13 bulan hingga 24 bulan, gerakan yang dilakukan sama dengan diatas, hanya ditambah dengan gerakan silang seperti menggerakkan kaki kiri dan tangan kanan lalu bergantian, dengan fokus pada bahu dan panggul untuk mengaktifkan otak kiri dan kanan secara simultan, menyeimbangkan fungsi kedua belahan otak.
Gerakan silang ini baik untuk menstimultan otak karena pada dasarnya, fungsi otak sendiri dapat dikembangkan dengan mempolakan gerakan gerakan pola silang (menyilang garis tengah tubuh, cross pattern), dan gerakan pola satu sisi (homolateral).

Water birth

Kehamilan bisa dibilang sebagai salah satu hal yang ditunggu sekaligus ditakuti kaum ibu, karena rasa sakitnya yang luarbiasa. Ketakutan tersebut, bukan hanya dialami oleh sebagian calon ibu, namun juga hampir seluruh ibu-ibu di dunia, bahkan juga mereka yang sudah berpengalaman melahirkan sebelumnya.

Misalnya saja, yang dialami oleh Liz Adianti yang bekerja sebagai national corporate sales PT Indosat. Sejak awal kehamilan anak pertamanya, Liz mengaku seringkali merasa was-was menghadapi proses persalinan.
Akhirnya, dia dan sang suami bertekad mencari cara bagaimana caranya dia bisa melahirkan tanpa merasakan rasa sakit yang luarbiasa, hingga akhirnya menemukan teknik melahirkan dalam air atau yang biasa disebut water birth.
Kurangi kesakitan hingga 90%
Lantas, diapun mendapatkan bantuan dari dokter Spesialis Kandungan dan Kebidanan dr. T.Otamar Samsudin, SpOG dan istrinya dokter Spesialis Anak dr. Keumala Pringgadini, SpA melewati proses persalinan waterbirth pada 4 Oktober 2006, saat melahirkan putra keduanya, di SamMarie Family Healthcare.
Menurut Liz, proses persalinannya sangatlah berbeda dibandingkan ketika dia melahirkan anak pertamanya, terutama rasa sakit yang berkurang sekitar 40% dibandingkan saat dia melahirkan normal beberapa tahun sebelumnya.
“Rasa sakitnya berkurang, mungkin karena faktor psikis aku yang merasa lebih nyaman menjalani proses persalinan dengan cara ini,” ujar Liz yang melahirkan bayi seberat 38,90 gram dan panjang 50,1 cm dalam proses water birth tersebut.
Liz juga menambahkan bahwa selama proses persalinan dia merasakan relaks dan juga tidak mendapatkan jahitan besar seperti pada persalinan pertamanya.
Sama seperti Liz, Radhite Handayanie juga mengaku merasa rileks dan tidak mengalami sakit yang luarbiasa selama kontraksi sebelum kelahiran putra pertamanya. Bahkan, karena rasa relaks yang dirasakannya itu, Dithe mengaku sempat merasa ngantuk saat proses kelahiran. “Mungkin ini salah satu yang harus diwaspadai para ibu-ibu yang ingin melahirkan dengan cara ini, yaitu jangan sampai tertidur karena merasa relaks,” ujar Dithe sambil tersenyum.
Kurangi stres ibu dan anak
Sementara itu, berbeda dengan Liz dan juga Radithe, alasan Sita Sawitri (28) melakukan proses water birth karena dia ingin melakukan proses persalinan yang bisa mengurangi tingkat stres pada bayinya. “Yang aku dengar dan baca, bahwa water birth ini bisa mengurangi stres bayi pada saat mencari jalan lahir. Karena itulah aku berminat untuk menjalaninya,” ujar wanita yang bekerja di Broadband Multimedia Advertising ini.
Namun, dia juga mengaku dengan water birth rasa sakit yang dirasakannya saat melahirkan putri pertamanya dulu berkurang setidaknya 60% selama masa kontraksi.
Selama proses persalinan, Sita juga melakukan induksi berendam di air panas untuk memancing pembukaannya agar lebih cepat.
Hanya berselang empat jam kemudian, diapun masuk dalam pembukaan 6 dan kemudian mulai masuk dalam kolam hingga akhirnya persalinan berjalan hanya sekitar setengah jam saja. “Proses bayinya keluar sendiri, hanya sekitar 15 menit. Aku juga tidak banyak mengeluarkan darah dan hanya mendapatkan sedikit jahitan karena salah mengejan,” tutur Sita yang melahirkan bayi seberat 3.67 dan panjang 49 cm yang diberi nama Aqilla Daffaryan Satrio Putra itu.
Sita juga mengaku sangat puas dan senang bisa menjalani proses water birth ini. bahkan diapun mengaku berniat melakukannya kembali jika kelak kembali hamil. Diapun mengatakan lebih cepat merasa pulih dan segar setelah melakukan persalinan water birth, dan bayinya pun lebih bersih dari pada saat dia melahirkan sebelumnya.
Alamiah seperti persalinan normal
Water birth merupakan teknik melahirkan yang pertama kali diperkenalkan pada tahun 1960-an oleh Igor Tjarkovsky di Rusia. Kemudian berkembang di negara-negara Eropa dan Amerika. Sedangkan di Indonesia masih baru dan pertama kali diterapkan, dan pertama kali dilakukan Liz Adianti dan suaminya Harlizon pada tahun 2006 lalu.
Proses melahirkan dengan metode waterbirth ini menurut dr Otamar sangat sederhana dan tak jauh berbeda dengan persalinan normal. Yang berbeda hanyalah mediasinya saja yang menggunakan kolam air berdiameter 2 m, berisi air hangat bersuhu 34-36 derajat C atau kurang lebih sama dengan suhu di dalam rahim yang membantu ibu mengurangi rasa sakitnya selama kontraksi, sekaligus juga melancarkan proses persalinan. “Air hangat ini membuat kulit vagina menjadi elastis sehingga proses kelahiran lebih mudah dan cepat,” ujar dr. Otamar.
Umumnya, proses kelahiran water birth memakan waktu selama 1,5 hingga 2 jam, dan ibu masuk kedalam kolam ketika masuk pembukaan ke lima atau ke enam.
Air yang digunakanpun menurut Otamar adalah air yang telah disterilisasi dengan ultraviolet sehingga aman bagi bayi. “Bayi tidak akan tersedak air karena mereka baru bernafas setelah menangis, dan kami usahakan bayi diangkat cepat dari air setelah dilahirkan,” tambahnya.
Manfaat lainnya, menurut Otamar suhu air yang hangat membuat sirkulasi pembuluh darah lebih baik sehingga kontraksi lebih mudah dan mulut rahim menjadi lembek dan mudah dibuka. Bahkan untuk beberapa kasus, mulut rahim tidak perlu dijahit lagi karena tidak robek.
Sementara itu, dr Keumala mengatakan bahwa pengaruh persalinan water birth ini, di luar negeri disebutkan bisa meningkatkan kecerdasan anak. Hal tersebut dimungkinkan karena prosesnya yang alamiah dan tidak adanya pemaksaan atau tarikan pada kepala bayi sehingga bayi tidak mengalami trauma kepala seperti yang mungkin terjadi pada persalinan normal ataupun caesar.
Resiko & Prasyarat
Mengenai resiko melahirkan di air resikonya hampir sama dengan melahirkan normal. Namun, menurut Otamar tidak semua orang bisa melahirkan dengan cara ini, mereka yang memiliki panggul kecil, bayi sungsang atau melintang, atau ibu yang menderita herpes dilarang melakukannya. “Kuman herpes tidak mati di dalam air dan penularan dapat terjadi melalui mata lewat selaput lendir dan tenggorokan bayi. Karena itu, mereka yang punya penyakit herpes tidak disarankan menjalani proses water birth ini,” ujar Otamar.
Selain itu, ibu yang ingin melakukan water birth pun, menurut Otamar harus menjalani senam hamil sebelumnya untuk pernafasan dan kelenturan lubang vagina sehingga memudahkan kelahiran si bayi.
Keuntungan melahirkan di air ini menurut Otamar adalah sang ibu merasakan rileks dan nyaman, bisa mengurangi rasa sakit, bisa lebih bebas bergerak dan pindah posisi, dan Mengurangi perobekan perineum (daerah antara vagina sampai anus) sehingga tidak perlu dilakukan episiotomi (penjahitan). Sementara pada bayi, mencegah trauma atau risiko cedera kepala bayi, kulit bayi lebih bersih, dan menurunkan risiko bayi keracunan ketuban.

Wednesday, September 19, 2007

Pompa keringat di ajang futsal

Anda pencinta sepakbola? Jika iya, maka sudah pasti Anda juga akan menjadi pencinta olahraga yang satu ini. Futsal (berasal dari kata Spanyol yang berarti football dan sala) tak jauh berbeda dengan sepakbola. Hanya saja permainanya digelar didalam ruangan dengan ukuran lapangan sekitar 25x15 m.

Olahraga yang pertama kali diciptakan di Montevideo, Uruguay pada tahun 1930, oleh Juan Carlos Ceriani ini, hanya dimainkan sekitar lima orang masing-masing regu. Karena jumlah pemain dan ukuran lapangan yang lebih kecil, maka biasanya tingkat kesulitan bermain futsal lebih sedikit dibandingkan dengan sepakbola lapangan. Namun, pemainnya pun harus ekstra waspada, karena peluang lawan untuk menggolkan bola tentu saja lebih besar.
Lebih menantang
Meskipun dilakukan dalam ruangan, namun hal tersebut tidak mengurangi kenikmatan dari permainan itu sendiri. Setidaknya itulah gambaran dari para pencinta olahraga yang satu ini.
Sebut saja anggota DPR RI sekaligus selebritis Adjie Massaid. Kalau banyak orang yang baru melakoni futsal saat ini, sementara Adjie sejak kecil telah menggelutinya. “Bagi saya futsal adalah awal dari permainan sepak bola. Karena disana kita bisa belajar bagaimana teknik bermain bola yang benar, dan juga mengenai teamwork yang baik,” ujar duda beranak dua ini.
Bahkan, bukan hanya sekedar mencintai sepakbola dalam lapangan ini saja, namun Adjie juga sengaja mendirikan Adjie Massaid Futsal Clinic (AMFC) bersama dengan beberapa rekannya yang juga mencintai olahraga yang satu ini. “Saya mendirikan komunitas ini jauh sebelum futsal mulai digandrungi, karena menurut saya olahraga ini adalah olahraga yang bakal tren juga ditanah air, apalagi kejuaraan dunianyapun sudah dilaksanakan. Jadi wajar jika negara kita juga bisa mengenal dan menyukai olahraga yang satu ini,” tambah Adjie yang mengatakan mulai membuat komunitas AMFC pada 2002 lalu.
Menurutnya, keasyikan bermain futsal sama dengan keasyikannya saat menggocek bola dilapangan hijau. Bahkan baginya, futsal memiliki keunikan sendiri dibandingkan sepakbola lapangan. Karena lapangannya kecil, maka diapun harus punya strategi jitu agar bisa menembus gawang lawan yang dijaga ketat dan sulit ditembus karena sempitnya pertahanan. “Pola permainan futsal lebih cepat dibandingkan dengan sepakbola lapangan,” tandas Adjie.
Meski tak lagi bisa menjalani hobi bermain futsal ataupun sepakbola lapangan sejak mengalami cedera putus tendon 2004 lalu, namun bukan berarti kecintaanya pada olahraga ini berkurang. Pendirian AMFC adalah salah satu buktinya.
Komunitas ini, memberikan teknik dan informasi mengenai permainan futsal dari, peraturan permainan, hingga pelatihan pada wasit lapangan. “Karena waktu itu komunitas futsal masih kurang, karena itu saya ingin memberikan informasi dan pengetahuan yang benar mengenai olahraga ini,” ujar Adjie yang mengaku memang mengeluarkan bujet khusus untuk mendirikan komunitasnya tersebut.
Kedepan, ia berharap masyarakat terutama pencinta futsal tidak ketinggalan dalam informasi dan juga kemajuan futsal yang sudah tren sejak lama di luar negeri ini. Selain demi kemajuan, Adjie pun mengatakan dengan ajang olahraga masyarakat bisa menjalin persahabatan sekaligus menunjukkan eksistensi pada dunia luar. “Kalau ternyata sepakbola lapangan nasional tidak mampu menembus internasional, maka saya berharap lewat futsal ini kita bisa go internasional. Apalagi selama ini kan Indonesia selalu unggul di olahraga indoor seperti badminton misalnya,” tandasnya lagi.
Senada dengan Adjie, Sales Training Manager Bayer Healthcare Pharmaceutical Hendra Kurniawan, juga termasuk pencinta olahraga futsal. Sejak jaman SMP, Hendra memang gemar bermain bola, bahkan Hendra kecil sempat menjadi salah satu tim Suratin Karawang, tempat asalnya dibesarkan.
Faktor usia yang terus bertambah membuat staminanya makin menurun dan sulit untuk menjalani hobinya itu. Namun, Hendra tidak lantas kehilangan cara untuk melampiaskan hobinya yang satu ini. Tak lagi kuat bermain dilapangan hijau, kini giliran dunia futsal yang dilakoninya sejak tahun 2004 lalu.
Dengan futsal, ia mengaku bisa tetap bermain bola tanpa harus mengeluarkan energi terlalu besar. “Karena lapangannya kecil, jadi kita bisa bermain tanpa harus mengeluarkan banyak energi, cocok buat saya yang saat ini sudah mulai buncit dan nafas mulai pendek,” ujar bapak dari tiga orang putri ini sambil tertawa.
Meskipun tak secara rutin main futsal, namun Hendra mengaku setidaknya saat ini sebulan dua kali, ia dan rekan sekantornya menyempatkan diri berfutsal ria di pusat permainan futsal Planet Futsal di kawasan Kuningan.
“Biasanya saya main selama dua jam,” ujar pria yang mengaku tidak terlalu faham dengan peraturan futsal itu.
Usai jam kerja adalah waktu yang selalu mereka gunakan untuk beradu kemampuan di ajang futsal. “Kalau weekend jatah kumpul sama keluarga,” ujar pria yang hobi koleksi baju bola ini.
Meskipun sangat menyukai futsal, namun Hendra mengaku sampai sekarang belum tergabung dalam klub pencinta futsal manapun. “Karena untuk komitmen saya dan teman-teman tidak bisa karena adanya kendala waktu, termasuk juga sulitnya mewujudkan keinginan saya untuk membuat komunitas pencinta futsal di perusahaan,” ujar pria yang selalu menjadi pemain andalan ditimnya itu.
Untuk membiayai hobinya itu, Hendra mengaku tidak pernah mematok bujet khusus. Paling-paling ia hanya mengeluarkan biaya untuk kostum dan sepatu yang menjadi dana terbesar itu. “Kalau biaya untuk sewa tempat, kita bayar perkelompok jadi tidak terlalu mahal,” tandas pencinta klub Inggris Manchester United itu.
Bagi Hendra menjalani hobinya ini ibarat istilah sekali mendayung dua tiga pulau terlampui. “Karena selain sehat, saya juga bisa merasa fun menjalaninya,” tutup Hendra.
Menjawab kebutuhan para futsal mania inipun, kini arena permainan futsal di Jakarta pun sudah mulai menjamur. Seperti misalnya pusat futsal dikawasan Casablanca, De Futsal. Arena futsal yang baru dibangun sejak agustus 2006 lalu ini, memiliki dua lapangan futsal dengan luas masing-masing 14,5x26 m. Arena futsal yang buka mulai dari pukul 08.00 pagi hingga 0100 dini hari setiap harinya ini, kini sudah memiliki puluhan member yang terdiri dari mahasiswa dan juga pekerja kantoran yang berada disekitar Casablanca. Menurut Mini salah satu staf De Futsal, tempat mereka diramaikan member dan pengunjung mulai pukul 17.00 hingga 00.00 dinihari. Biaya untuk bermain di arena futsal ini mulai dari Rp.200.000/jam hingga Rp.325.000/jam.
Lapangan futsal di De Futsal ini dibuat dengan konsep mirip dengan sepakbola lapangan. Hanya saja, rumput yang digunakan adalah rumput sintetis dan juga tambahan berupa batu laut hitam. Arena futsal lainnya adalah Cosmo futsal yang berada di daerah Kelapa Gading. Arena futsal yang tergolong mewah ini bahkan juga menghadirkan pelatih khusus dari Inggris Gerrard White yang merupakan putra dari pelatih Timnas PSSI Peter White.
Sport entertainment center, inipun dilengkapi dengan 4 lapangan futsal indoor lengkap dengan standar internasional [FIFA]. Dengan bahan rumput sintetis yang khusus didatangkan dari Belgia. Fasilitas lainnya, tempat ini juga menyediakan loker room, shower rooom, dan cafe & resto. Beberapa kompetisi reguler telah digelar ditempat ini, termasuk juga kompetisi futsal antara expatriat, dan antar eksekutif.

Menjelajahi rumah kelelawar

Pernah membayangkan berada dalam gelapnya gua, dengan hanya ditemani sinar lampu senter dan juga suara kelelawar yang menakutkan? Meski cukup menegangkan, namun ternyata bergumul dalam kegelapan gua banyak diminati para pencinta alam yang ingin mencoba hal baru selain mendaki gunung ataupun memanjat tebing.

Salah satunya adalah Cahyo Rahmadi. Staf ahli peneliti di pusat penelitian biologi LIPI Cibinong ini, bahkan menjadi seorang peneliti karena hobinya menjelajahi goa.
Menurut dia, caving adalah pekerjaan sekaligus hobi yang bisa menjadi candu dan melepaskan stres sekaligus.
Sejak tahun 1996 Cahyo bergabung MATALABIOGAMA (Mahasiswa Pecinta Alam Fakultas Biologi UGM), sekedar untuk petulangan saja. Lambat laun aktifitasnya itu membuat dia semakin menyukai alam goa dan mulai mempelajari teknik caving mulai dari Single Rope Technique (SRT), rescue vertical, mapping sebagai modal dasar untuk mendukung kegiatan penelitiannya di gua.
Banyak hal yang membuat Cahyo menjadi addict pada hobi cavingnya. Mulai dari pengenalannya dengan kehidupan hewan gua, hingga keindahan ornamennya. “Terutama tantangannya dimana kita harus pandai manjat, bisa berenang, bisa mendaki gunung, bisa orientasi medan, bisa peta kompas, sampai menyelam semua ada di caving. Itulah yang bikin saya ketagihan,” ujar Cahyo yang mengaku bisa melupakan segala masalahnya dan merasa reborn setelah merasakan gelap, dingin, lembab serta suara tetesan air dalam gua itu.
Sementara itu, caver lainnya Sulasatama Raharja geologis di PT. Chevron Pasifik Indonesia (dulu PT Caltex Indonesia) mengatakan bahwa caving memberikannya pengalaman religius serta pemahaman untuk mengukur sejauh mana kemampuan yang dimilikinya. “Dari caving saya banyak belajar tentang hidup dan juga bisa mengukur sejauh mana kemampuan saya,” ujar dia.
Dia juga menyebutkan dengan pengalaman caving yang kini telah ditinggalkannya sejak tahun 2000 lalu itu telah memberikannya banyak pelajaran untuk menjadi lebih mandiri, berjiwa sosial tinggi, mampu beradaptasi dengan cepat, dan mampu menjadi quick decision maker disaat menghadapi kondisi yang tak terduga.
Menjelajah hingga negeri orang
Wilayah jangkau para caver mania ini, bukan semata hanya didalam negeri saja. Bahkan gua di negeri orang pun tak luput dari jamahan mereka. seperti yang diungkapkan Cahyo yang telah menjelajahi ratusan gua baik dalam dan luar negeri seperti mulai gua di Thailand, Sarawak, dan hampir semua karst di Jawa telah dikunjunginya, termasuk juga wilayah Sulawesi dan Papua.
Baginya pengalaman caving paling berkesan adalah ketika menjelajahi gua terpanjang di Maros (SULSEL) dan harus mengarungi sungai bawah tanah yang dalam airnya tidak diketahui lebarnya dan panjangnya berkilo-kilo serta harus mendayung menggunakan tangan.
Sebagai olahraga sekaligus hobi yang menantang maut, maka para caver ini haruslah terus waspada selama bercaving ria. Beragam peralatan haruslah mereka miliki sebelum memasuki wilayah tujuan, seperti helm dengan penerangan, sepatu boot khusus, baju mudah kering (cover all), senter kedap air, perahu karet, single rope tali khusus sejenis webbing atau karmantel seharga Rp.3,5 juta, dan makanan yang berenergi tinggi seperti gula merah. “Yang terpenting adalah kita harus memiliki etika bercaving yaitu take nothing but pictures, kill nothing but time, leave nothing but footprints, dan cave softly,” jelas Cahyo.
Selain itu, menurut dia caver pemula harus memiliki pengetahuan dasar bagaimana menelusuri gua horisontal yang aman (jangan pernah masuk gua dimusim penghujan), mengetahui karakteristik gua yang memiliki kedalaman dan panjang yang berbeda dan lingkungannya di luarnya, tali-menali (simpul), Teknik penelusuran vertikal dengan SRT, dasar-dasar vertical rescue (Self Rescue) maupun rescue terpadu.
Pengetahuan tersebut, menurut Cahyo diperuntukkan menghindari resiko kecelakaan yang kemungkinan besar bisa terjadi. Di Indonesia sendiri, menurut Cahyo banyak kejadian kecelakaan hingga meninggal dunia ketika aktifitas caving dilakukan. Kebanyakan, kasus tersebut terjadi karena kebanjiran seperti kasus di Tasikmalaya, Malang Selatan dan Gua Gudawang beberapa tahun yang lalu, selain itu karena jatuh dari tali bisa karena human error maupun faktor alam, atau karena kejatuhan batu sperti di Gua Grubuk beberapa tahun lalu.
Salah satu hal yang paling ditakuti para caver adalah datangnya banjir yang mendadak, yang membuat mereka kesulitan mencari tempat berlindung. Untuk mengantisipasinya biasanya harus diketahui batas garis bekas rendaman air yang biasanya ada didinding gua. Begitu pula dengan sampah yang biasanya kerap tersangkut di dalam gua.
Selain banjir yang perlu diwaspadai adalah kecelakaan. Patah tulang karena terjatuh atau cedera tubuh biasanya menjadi risiko yang harus dihadapi para petualang gua ini. Dalam gua biasanya dapat dijumpai ular kobra, kalajengking, dan ikan lele. Namun, hewan-hewan itu umumnya hanya berada di seputar mulut gua.
Umumnya, para caver memiliki komunitas atau klub sendiri untuk ajang kumpul-kumpul saat diluar jelajah, ataupun sebagai teman saat berjelajah. Beberapa komunitas yang ada ditanah air saat ini adalah subterra community, HIKESPI (Himpunan Kegiatan Speleologi Indonesia), ataupun forum karst Gunung Sewu sebagai wadah untuk membahas penelitian tentang gua itu sendiri.
Diajang inilah biasanya mereka juga membahas tentang menjaga kelestarian gua, dan juga upaya menjadikan gua sebagai tempat tujuan wisata.

war game, do you dare?

Kelompok orang berpakaian serba loreng itu tengah serius mengamati sekitar, sesekali mereka mengendap-endap mencari lawan. Tiba-tiba saja door, dan tak lama kemudian terdengar suara seseorang berteriak hit.

Ini bukan dalam arena perang sungguhan, namun hanya suasana perang buatan yang dilakoni beberapa pecinta skrimhist (war game). Iklim yang dirasakan memang terasa seperti dalam arena perang sungguhan. “Adrenalin ikut naik saat berada di arena,” ujar Yogi Indradi, salah satu pelaku skrimhist yang telah menjalani hobinya sejak tahun 2002 lalu ini.
War game memang telah menjadi salah satu hobi yang dilakoni sebagian masyarakat perkotaan. Bahkan, belakangan kalangan eksekutif dan pelaku bisnis menjadikan war game sebagai bagian dari gaya hidup mereka. Hal tersebut terbukti dari banyaknya klub-klub pencinta air soft gun yang bertebaran diberbagai kota besar tanah air saat ini.
Sekilas war game memang mirip dengan arena perang sungguhan. Peralatan yang digunakanpun, hampir mirip dengan perlengkapan perang pada umumnya. Battle dress uniform (BDU), rompi (vest), sarung senjata (holster), belt (kopel), sepatu boot, safety google (masker penutup muka), dan tentu saja senjata atau pistol (air soft gun) adalah perlengkapan utama yang diperlukan.
Lokasinya, bisa hutan kota (jungle war), hingga gedung bertingkat yang berada diperkotaan (city war). “Saat ini yang sedang tren close quarter battle (CQB) atau yang biasa disebut Pertempuran Jarak Dekat (PJD), atau saving the VIP (penyelamatan sandera) yang lokasinya digedung-gedung. Bisa gedung aktif, ataupun gedung yang masih setengah jadi,” ujar Ari Ariyanto, ketua klub Black Ops, salah satu klub pencinta air soft gun di Jakarta.
Teknik permainan city war sendiri tak jauh berbeda dengan jungle war, hanya saja lokasi permainanya berada didalam gedung sehingga memerlukan banyak trik dan strategi untuk bersembunyi dari intaian lawan. “Untuk city war, kita hanya mengandalkan lorong-lorong ruang yang ada dalam gedung sebagai tempat persembunyian,” ujar Yogi.
Biasanya, mereka harus melakukannya pada malam hari pada saat gedung dalam keadaan kosong, agar tidak membahayakan orang lain. Namun juga city war bisa dilakukan pada siang hari jika dilakukan di gedung tak bertuan atau komplek perumahan yang belum berpenghuni.
Untuk ijin nya, biasanya mereka melakukan negosiasi dengan pihak pengelola dan juga membayarkan sejumlah uang sewa. Beberapa tempat yang biasa digunakan Yogi dkk adalah ITC Fatmawati, perumahan Delta Mas, serta beberapa pertokoan yang belum selesai dibangun.
Selama ini, permainan yang satu ini memang terkesan tertutup. Karena banyak pihak yang merasa bahwa permainan ini bisa membahayakan keselamatan. Padahal, menurut Yogi, permainan ini aman jika dilakukan sesuai dengan safety rules yang berlaku.
Permainan ini cenderung aman, karena peluru yang digunakan adalah jenis peluru plastik sepanjang 6mm (BB), dengan jarak tembak minimal 10 meter, dan kecepatan peluru 400 feed per second. “Dengan safety rules tadi, dan juga penggunaan safety google, maka sudah dipastikan permainan ini aman,” ujar Yogi.
Permainan kelas atas
Meskipun istilahnya hanya sebuah permainan, namun hobi yang satu ini cukup menguras kantong juga. Untuk air soft gun yang kebanyakan diimport dari Jepang ini, bisa mencapai Rp.4 juta hingga unlimited. Belum lagi biaya modifikasi senjata, dan juga beragam aksesori perlengkapan lainnya. Sedikitnya dana sebesar Rp20 juta keatas diperlukan untuk menekuni hobi yang satu ini. Karena itu, pelakunya adalah para eksekutif muda dan juga pelaku bisnis yang dalam segi ekonomi sudah mapan.
Yogi yang saat ini berperan sebagai penasehat di Black Ops mengaku, alasan menekuni hobi ini karena ia memiliki ketertarikan pada militer, senjata, dan sport.
Lokasi yang sering menjadi sasaran tembak sales division Robert Bosch (SEA) PTE.Ltd ini, adalah kawasan Brigade 3234 Gunung Putri, perumahan Delta Mas, dan juga Gunung Pancar, setiap akhir pekannya.
Setelah empat tahun ber war game, kini koleksi air soft gun Yogi ada sekitar 4 jenis, masing-masing M-4A1, MP5, hand gun glock 19, dan USP compact, dengan harga tertinggi Rp.10 juta.
Yogi juga mengatakan, banyak keuntungan yang bisa dirasakannya dari permainan ini. “Bukan hanya sekedar bisa olahraga, namun juga disini kita bisa belajar jadi leadership, teamwork, dan juga strategi memenangkan permainan yang bisa diterapkan dalam keseharian dan juga pekerjaan kita,” ujar Yogi.
Sementara itu, Ari mengakui bahwa awal mulanya ia ber war game adalah karena keinginan menjadi tentara yang tak kesampaian. Pemilik perusahaan sekuritas Krida Waspada dan Laundry Clean & Neat ini, mengaku memang gandrung dengan hal-hal yang berbau militerisme. Hingga saat ini, ia telah mengoleksi sekitar 9 jenis air soft gun dengan jenis M-16, AK47, MP5, Thomson, Para (P14), Sig Sauer, Baretta, CZ75, dan juga desert eagle.
Bahkan, iapun telah menjelajahi tanah Surabaya untuk memuaskan hobinya itu. Menurutnya kenikmatan dalam war game sudah bisa dirasakan pada saat memulai pertempuran. “Rasa deg-degan sudah berasa pada saat pertempuran belum dimulai,” ujar Ari.
War game juga bukan permainan yang digandrungi kaum pria. Beberapa wanitapun menyukai permainan penuh tantangan ini. Sebut saja Tanti Mulyana, pengusaha handphone dikawasan Fatmawati ini termasuk perempuan penyuka war game sejak dua tahun silam. Alasannya, adalah karena ikut-ikutan suami yang sudah lebih dulu menyukai skirmhist ini.
Meskipun perempuan, namun Tanti lebih menyukai jenis senjata AK47 dengan speed yang tinggi dibandingkan dengan MP45 yang biasa dipakai wanita. “Selain itu saya juga punya hand gun jenis P226 sig sauer. Namun kebanyakan saya suka pinjam punya suami,” ujarnya sambil tertawa.
Ia juga menyebutkan walaupun terhitung olahraga keras, namun war game bisa membuatnya berolahraga dengan mengeluarkan keringat yang lebih banyak dibandingkan dengan olahraga lainnya. “Bahkan saat fitnes pun saya tidak bisa mengeluarkan keringat sebanyak ini,” tutur wanita yang tergabung dalam klub black ops ini.
Untuk arena pertempuran, Tanti menyebutkan bahwa CQB atau city war lebih menantang dibandingkan dengan jungle war. “Karena sewaktu-waktu kita bisa tertangkap oleh lawan dengan mudah karena lokasinya yang cenderung lebih terbuka daripada jungle war,” tandas perempuan yang bersama sang suami juga berniat membuka toko air soft gun untuk memenuhi hobinya, tidak lama lagi ini.
“Saya biasanya main di Gunung Putri, dan ikut beberapa even yang digelar klub dibeberapa tempat,” tandasnya menutup percakapan.
Saat ini, war game yang manajemennya masih banyak dianggap permainan dengan peraturan abu-abu, karena itulah, Yogi dkk berniat untuk membentuk asosiasi yang menaungi keberadaan klub pencinta war game dan air soft gun ditanah air. Tujuannya antaralain untuk menyamakan visi dan misi dari seluruh klub yang ada, dan juga sekaligus menunjukkan pada masyarakat bahwa permainan ini adalah permainan yang menyenangkan dan aman bagi pelakunya.

waspadai bedah plastik

Hampir semua wanita ingin tampil cantik dan menambah kepercayaan dirinya. Karena itu, pemakaian kosmetik dijadikan solusi sebagai penyamar dan penutup kekurangan tersebut.
Saat ini, berdasarkan data Perapi (perhimpuanan ahli bedah plastik Indonesia) sebanyak 70 orang telah menjalani bedah plastik dari 222 juta penduduk yang ada. Jumlah tersebut terus meningkat setiap tahunnya, berkaitan dengan mulai banyaknya ahli bedah plastik di tanah air.

Menurut dokter ahli bedah plastik RS. Dharmais dr. Irena Sakura Rini, menyebutkan, bedah plastik umumnya ada dua keilmuan, yakni bedah plastik estetik yang lebih menitik beratkan pada kecantikan, dan bedah plastik rekonstruksi yang ditujukan untuk memperbaiki jaringan yang rusak karena kelainan lahir, atau paska pengangkatan tumor.
Bedah plastik rekonstruksi dan estetik
Bedah plastik rekonstruksi bisa diterapkan untuk pasien paska pengangkatan tumor, cacat lahir, trauma kecelakaan, luka bakar, hemangioma (tumor pembuluh darah yang menonjol keluar).
Bedah ini, bisa dilakukan disemua bagian tubuh, mulai dari wajah, hingga tubuh. Untuk bedah plastik wajah, umumnya kulit pengganti pengangkatan kulit mati akibat tumor diambil dari kulit leher yang memiliki karakteristik yang hampir sama dengan kulit wajah. Atau juga bisa ditarik dari kulit dahi atau kulit pipi jika memungkinkan.
Jika kerusakan terjadi cukup parah, maka bisa dibentuk organ baru seperti hidung atau telinga baru dari jaringan kulit yang lain seperti dahi dengan cara mengembangkan jaringan kulit tersebut. “Kulit manusia itu bisa mengembang hingga dua kali lipat,” ujar dr. Irena.
Sementara itu, untuk kanker payudara yang banyak terjadi pada wanita dan membuat mereka harus kehilangan payudaranya, bedah plastik menjadi salah satu solusi dalam mengembalikan kepercayaan dirinya.
Untuk bedah plastik payudara, bisa dilakukan dengan pemindahan otot punggung atau otot perut, atau juga pemasangan implant dengan menggunakan implant buatan yang terbuat dari silikon gel kohesif atau silikon padat.
Sebelum diimplant, kulit payudara akan diperluas perlahan-lahan sebelum implant buatan tersebut dipasang. Sementara untuk bagian puting biasanya diambil dari kulit yang lebih gelap seperti halnya kulit vagina.
Implant payudara umumnya dipasang dibelakang jaringan otot payudara sehingga tidak mengganggu kelenjar payudara, termasuk juga kelenjar air susu. Menurut dr.Irena, operasi payudara ini, tidak akan mengganggu kelenjar susu dan juga otot jaringan kelenjar payudara lainnya.
Sementara penerapan bedah plastik estetik dilakukan sesuai dengan kebutuhan dan permintaan pasiennya.
Rambu-rambu bedah plastik
Umumnya, bedah plastik bisa dilakukan semua umur yang memerlukan perbaikan. Namun, harus diperhatikan bahwa pasien dengan riwayat penyakit diabetes, jantung, kronis, anemia, dan hipertensi harus melakukan serangkaian pemeriksaan sebelum menjalankan bedah.
Proses bedah ini, biasanya berlangsung selama 3-4 jam atau bahkan hingga 10-14 jam tergantung dari kasus yang ditangani.
Usai melakukan pembedahan, umumnya pasien akan mengalami pembengkakan selama 3 minggu, dan waktu selama 3-4 bulan untuk recovery. Sementara itu, setelah menjalani bedah, umumnya pasien harus mengonsumsi obat penghilang rasa sakit, antibiotik profilas, obat anti inflamasi dan tidak banyak bergerak agar proses recovery bisa berjalan lebih cepat. Selain itu, bagi mereka yang memiliki alergi diharapkan jangan memakan makanan yang bisa memicu alerginya itu.
Biaya untuk operasi ini memang cukup mahal, karena menurut dr. Irena materi dari bedah plastik itu sendiri memang masih mahal dan masih diimport dari luarnegeri terutama Brazil.
Waspadai bahaya silikon
Untuk bedah plastik, ada beberapa silikon yang biasa dipakai, seperti misalnya silikon gel kohesif, silikon lembaran (untuk luka bakar) dan silikon rantai mata panjang (padat). Sementara, silikon cair yang kini banyak digunakan para pemilik klinik bedah plastik non resmi. Padahal, penggunaan silikon cair ini sangat berbahaya untuk tubuh dan kesehatan Anda.
Pemakaian silikon cair ini bisa menimbulkan pembengkakan organ tubuh, pembusukan, bahkan juga kematian.
Pasien yang disuntik dengan menggunakan silikon cair ini, akibatnya sama sekali tidak bisa sembuh dari “cacat” yang ditimbulkan, mengalami infeksi yang terus menerus, pengerasan organ, dan akan merusak jaringan tubuh yang sehat menjadi rusak atau bahkan sama sekali mati.
Untuk menangani masalah ini, salah satu caranya adalah dengan cara amputasi atau pengangkatan organ yang rusak tersebut agar tidak menjalar kejaringan tubuh lainnya. Jadi mau tidak mau, pasien yang telah mendapatkan suntikan yang seyogyanya tidak boleh disuntikkan dalam tubuh ini, harus siap menjalani operasi pengangkatan organ tubuhnya yang telah rusak itu.


Tips sebelum menjalankan bedah plastik
1. Cari tahu bedah plastik dan ahlinya yang benar
2. cari tahu apa saja resiko dari bedah plastik tersebut
3. perhatikan jenis bedah plastik yang bisa dan yang tidak bisa dilakukan
4. apa alasan Anda menjalani bedah plastik
5. apa saja persiapannya
6. jika Anda memiliki riwayat penyakit jantung, diabetes, anemia, hipertensi, dan penyakit kronis sebaiknya menjalani perawatan panjang sebelum menjalankan, atau tidak melaksanakan sama sekali (jika itu adalah bedah estetik)