Tuesday, September 18, 2007

Uji nyali lewat wisata alam

Ingin mengetahui sejauh mana kemampuan Anda dalam menghadapi bahaya? jika Iya, bisa jadi kegiatan wisata alam di pusat wisata alam arung jeram di Citarik Sukabumi menjadi salah satu bukti bahwa Anda orang bernyali.
Perjalanan menuju pusat wisata yang satu ini cukup melelahkan dan berkelok-kelok, jadi perut Anda sudah akan dikocok sejak perjalanan menuju kawasan desa Cikidang yang menurun dan berkelok itu. setelah menempuh perjalanan sekitar 3 jam lebih, maka Anda akan masuk ke kawasan Caldera seluas 3,5 hektar yang langsung memanjakan mata Anda dengan nuansa alamnya yang segar.

Uji nyali berafting ria
Namun tantangan lain sudah akan menunggu Anda, yakni mengarungi arus sungai Citarik yang bermuara ke Pelabuhan Ratu yang terkenal dengan arusnya yang kencang dan juga struktur sungainya yang berbatu.
Sebelum mengarungi arus, kita akan mengenakan beragam peralatan standar rafting seperti pelampung, dan helm untuk keselamatan, serta dayung untuk menjalankan perahu karet.
Sebelum beraksi para skipper (pemandu perahu) yang kali ini juga terdiri dari para wanita yang dilatih khusus dalam even ini, memberikan briefing singkat mengenai prosedur utama dalam berarung jeram yang aman dan nyaman.


Dalam olahraga pemompa jantung ini, ada lima macam tantangan yakni tantangan tersedia, yakni Salamander dengan jarak sekitar 5km dengan melewati 12 jeram selama sekitar 1 jam, tantangan Alligator dengan jarak tempuh 9 km dalam 2 jam, tantangan crocodile dengan jarak tempuh 11 km dengan waktu 3 jam, Grand Crocodile dengan jarak tempuh 17km dalam waktu 5 jam.

Untuk anak-anak yang ingin menjajal kemampuanya, tersedia rafting untuk anak-anak yakni baby salamander yang ditujukan untuk anak usia 3 sampai 9 tahun dengan jarak tempuh sekitar 3 km dengan waktu selama 90 menit saja.
Dimasing-masing jeram, memiliki tingkat kesulitan yang berbeda, dimana dari jeram pertama ke jeram berikutnya tantangan akan makin besar dan berat, karena perjalanan yang makin menurun.
Kondisi aman untuk rafting ketika volume air setinggi 80cm hingga 90cm, dan kondisi cuaca tengah cerah. namun bagi para profesional umumnya lebih suka jika volume air lebih tinggi dan ketika cuaca tengah hujan rintik. “Lebih baik rafting dilakukan pagi hingga sore hari sebelum arus makin naik,"
Usai menuju garis finish, Anda masih akan menghadapi tantangan lain menuju garis start berarung jeram tadi. Dengan menaiki mobil pick up, perjalanan berbatu terjal yang terus menanjak menambah memacunya adrenalin Anda.
Jika hujan baru saja turun akan berbahaya bagi Anda menaiki pick up ini, alternatifnya Anda harus berjalan dalam jarak aman tertentu yang telah ditentukan.
Teambuilding
Selain arung jeram, Anda juga bisa menguji nyali Anda lewat flying fox sepanjang 14meter bersudut sekitar 90derajat diatas permukaan air sungai citarik. Namun sebelum meluncur, Anda harus melewati jembatan gantung berkaki kayu yang cukup licin saat hujan turun, dan juga sedikit menanjak menuju kepuncak start flying fox.
Permainan menantang lainnya yang tersedia di Caldera adalah paintball dan juga rope course yakni berjalan diatas tali berbentuk segitiga yang ditujukan untuk keseimbangan.
Selain permainan menantang, terdapat juga kegiatan kelompok yang membutuhkan kerjasama tim. Karena pada dasarnya, permainan yang ada menggunakan sistem experiental cycling yang mengajak pesertanya untuk aktif dalam proses belajar menciptakan komunikasi satu sama lain serta kreatif dan berinovasi dalam menyelesaikan permainan yang dihadapi.
Jika Anda berminat untuk bermalam untuk refreshing atau gathering bersama rekan-rekan kantor, juga disediakan fasilitas 10 buah pondokan bergaya rumah lombok dengan kapasitas 10-20 orang, dan juga 10 tenda dome berkapasitas 3 orang bagi Anda yang ingin tidur hanya beralaskan matras dan sleeping bag. Jadi sudah siap menguji nyali sambil refreshing?

Bersepeda di kota tua Jakarta

Masuk ke kawasan kota tua Jakarta (Jewel of the East), seolah kita masuk ke dimensi ruang dan waktu yang berbeda, dengan kota Jakarta yang biasa kita lihat. Tidak lagi nampak gedung-gedung yang menjulang tinggi, namun yang ada hanyalah deretan bangunan-bangunan tua bersejarah yang bisa membuat kita bisa membayangkan bagaimana wajah Jakarta dimasa lalu. Dengan ciri jendela-jendela dan pintu-pintu berukuran besar, gedung-gedung yang mulai terlihat kusam dan tak terurus itu, masih terlihat angkuh berdiri seolah menantang gedung-gedung megah dibelahan Jakarta lainnya.

Dengan menaiki ojeg sepeda kian menambah lengkapnya nostalgia, akan Jakarta tempo dulu. Melewati rute kawasan kota tua Jakarta ini, kita terus disuguhkan dengan gedung-gedung peninggalan abad ke 18. Dengan start dari museum Bank Mandiri dengan gaya neo classicnya, perjalanan langsung menuju kawasan jalan kali besar. Setiba di pinggir Kali Besar (The Groote Kanaal) hilir Kali Ciliwung, yang langsung menarik mata adalah jajaran bangunan dari abad 18 yang berada disepanjang jalan Kali Besar. Dulu, kawasan ini merupakan pusat dari benteng Kota Batavia, yang sempat jaya pada abad 17 dan 18.
Di Kali besar inilah berdiri Toko Merah. Rumah gaya Tiongkok yang terbuat dari bata merah yang dibuat 1730 ini, dulu adalah kediaman Gubernur Jenderal VOC Baton Van Imhoff. Ditempat itu pula konon, ditanda tangani perjanjian Giyanti yang memisahkan wilayah Jogja dan Solo. Bangunan inipun sempat menjadi Akademi maritim tertua di Indonesia.
Belok dari Kali Besar, kita langsung menuju Gudang Timur, yang berada dikawasan jalan Tongkol, Jakarta Utara. Gudang ini, merupakan bangunan bekas gudang timur VOC (Oostzydsche Pakhuizen atau Graanpakhuizen). Dulunya, merupakan tempat penyimpanan gudang rempah-rempah dan biji-bijian yang akan di bawa ke Amsterdam.
Kondisinya saat ini, amatlah memprihatinkan. Bangunan-bangunan yang dulu sekokoh beton, kini hanya tinggal bangunan tua yang sudah sebagian keropos dimakan waktu. Bangunan yang kini dimiliki TNI AD itu, kini disewakan kepada swasta dan dijadikan untuk gudang dan bengkel truk-truk besar pengangkut barang.
Meninggalkan Gudang Timur, perjalanan diteruskan menuju Museum Bahari yang berlokasi di Jalan Pasar Ikan No. 1. Bangunan museum ini, pada masa penduduan Jepang dipakai sebagai tempat menyimpan barang logistik tentara Jepang. Setelah Indonesia Merdeka, bangunan ini dipakai oleh PLN dan PTT untuk gudang. Tahun 1976 bangunan cagar budaya ini dipugar, dan kemudian pada 7 Juli 1977 diresmikan sebagai Museum Bahari.
Di Museum ini, kita bisa melihat koleksi berbagai jenis perahu klasik nusantara, dan kapal zaman VOC. Selain itu disajikan pula perlengkapan penunjang pelayaran (alat navigasi, jangkar, teropong, model mercusuar dan aneka meriam), juga koleksi biota laut, data-data jenis dan sebaran ikan di perairan Indonesia, tehnologi pembuatan perahu tradisional serta folklor adat istiadat masyarakat nelayan nusantara.
Beralih dari museum Bahari, perjalanan diteruskan ke menara Syahbandar tempat dimana ojeg sepeda yang membawa kami parkir. Pada tahun 1839 di lokasi ini didirikan Menara Syahbandar yang berfungsi sebagai kantor pabean, atau pengumpulan pajak dari barang-barang yang diturunkan di pelabuhan.
Diatas menara Syahbandar inilah, tempat dimana para penjaga laut mengamati aktifitas pelabuhan di Sunda Kelapa diera Batavia dulu. Anda harus berhati-hati saat menaiki menara yang satu ini. karena usianya yang sudah cukup usang, menara yang keseluruhan tangganya terbuat dari kayu ini, agak sedikit rapuh untuk ditapaki. Namun, saat berada diatas menara ini, pemandangan hampir seluruh wilayah Jakarta Utara tampak didepan mata, terutama deretan kapal-kapal yang berlabuh di Pelabuhan Sunda Kelapa.
Puas menikmati wilayah Jakarta Kota dari atas menara Syahbandar, perjalanan kembali dilanjutkan menuju jembatan kota Intan. Jembatan tua peninggalan Belanda ini dibangun tahun 1628, menghubungkan sisi Timur dan Barat Kota Intan di Jalan Kali Besar Barat, Jakarta Utara. Saat masih dioperasikan, jembatan yang hampir keseluruhannya terbuat dari kayu ini, dilengkapi dengan semacam pengungkit untuk menaikkan sisi bawah jembatan.
Jembatan ini pernah 5 kali berganti nama. Seusai dibangun oleh pemerintah Hindia Belanda, jembatan dinamai Jembatan Inggris (Engeise Brug. Nama itu lalu diubah menjadi Jembatan Pusat, sebelum akhirnya berubah nama menjadi Jembatan pasar ayam pada tahun 1900, karena adanya pasar ayam di sisi jembatan.
Pada masa pemerintahan Ratu Juliana tahun 1938, jembatan direnovasi dan namanya diubah menjadi Jembatan Ratu Juliana (Ophaalsburg Juliana). Nama jembatan Kota Intan sendiri, dipakai karena adanya kastil Batavia bernama "Diamond". Pada masa orde baru, jembatan tersebut dipugar dan dibuat permanent sehingga tidak bisa lagi dijungkitkan.
Akhirnya perjalanan berakhir di museum Fatahillah. Museum yang juga dikenal sebagai Museum Sejarah Jakarta atau Museum Batavia terletak di Jalan Taman Fatahillah No. 2, Jakarta Barat dengan luas lebih dari 1.300 meter persegi.
Gedung yang dibangun pada tahun 1707-1710 ini, dulu adalah Stadhuis atau Balai Kota. Baru pada tanggal 30 Maret 1974, gedung ini kemudian diresmikan sebagai Museum Fatahillah atau yang biasa dikenal masyarakat sebagai museum Jakarta. Objek-objek yang dapat ditemui di museum ini antara lain perjalanan sejarah Jakarta, replika peninggalan masa Tarumanegara dan Pajajaran, serta hasil penggalian arkeologi di Jakarta, berupa mebel antik mulai dari abad ke-17 sampai 19, yang merupakan perpaduan dari gaya Eropa, Cina, dan Indonesia. Selain itu, ditempat ini juga terdapat bekas penjara bawah tanah yang digunakan pada zaman penjajahan Belanda.
Menurut salah seorang peserta Amalia Yunita, kegiatan ini sangat menarik untuk diikuti, demi kebutuhan kedua putra-putrinya yang ikut dalam acara tersebut. “Bagi saya ini merupakan acara yang sangat bagus, untuk memberikan pembekalan sejarah pada anak-anak, mengenai sejarah Jakarta. Saya yang biasanya mengajak anak saya keliling mall, atau keluar daerah, kini memilih untuk mengajak mereka bermain sambil belajar melalui program ini,” tutur CEO PT Lintas Jeram Nusantara ini.
Mengenal dan menghargai sejarah
Banyak warga Jakarta yang sengaja menelusuri berbagai daerah untuk refreshing. Akhirnya mereka terkadang melupakan bahwa di Jakarta banyak juga wilayah yang bisa digunakan sebagai alternative wisata seperti kota tua Jakarta ini.
Untuk bisa mengelilingi kota tua Jakarta inipun tidak diperlukan biaya yang besar. Cukup dengan menyewa ojeg sepeda, yang bisa ditemui disepanjang stasiun Kota, ataupun didepan museum Mandiri. Atau Anda juga bisa ikut dalam program Tempo Doeloe yang diadakan oleh tim Sahabat Museum. Dengan hanya biaya sebesar Rp.75 ribu saja, Anda sudah bisa menikmati kota Tua Jakarta dengan berkeliling mengendarai ojeg sepeda. Dengan biaya tersebut, Anda sudah bisa mengenal sejarah kota tua Jakarta di era 18 lalu, selama satu hari penuh saja.
Menurut ketua Sahabat Museum Ade Purnama, sebagai penyelenggara program keliling Jakarta Tempo Doeloe, program ini bertujuan memberitahukan pada masyarakat Jakarta mengenai gedung bersejarah di Jakarta yang layak dijadikan alternatif obyek wisata. Mengenai alur Jakarta Kota Tua tersebut, menurut Ade bangunan-bangunan bersejarah yang mereka bidik kali ini, adalah bangunan-bangunan peninggalan abad ke 18.
Ade juga mengatakan, bahwa dari sekitar 150 peserta yang hadir dalam program tersebut, tampak antusiasme mereka dalam menjelajahi bangunan-bangunan bersejarah tersebut. Apalagi peserta yang ikut, bukan hanya dari kalangan dewasa saja, namun juga kalangan anak-anak dan anak muda yang memang menjadi bidikan dari program tersebut. “Kami memang sengaja membidik anak-anak muda, agar mereka bisa mengenal sejarah, sekaligus bisa menghargai sejarah tempat dimana mereka tinggal,” tandas Ade yang berupaya merubah mall hanya menjadi alternative utama bagi anak muda Jakarta untuk refreshing itu.
Panitia-panitia yang ikut terlibat dalam program PTD ini sendiri, menurut Ade adalah para sukarelawan yang dulunya adalah para peserta sahabat museum juga. “Mereka secara sukarela dan senang hati mau ikut membantu terciptanya acara ini,” tambah Ade yang menyebutkan bahwa persiapan dalam melaksanakan program ini memakan waktu selama kurang lebih dua minggu itu.
Lebih lanjut Ade mengatakan, bahwa program dari Sahabat Museum memang memfokuskan pada kegiatan-kegiatan mengenal sejarah bangsa dari seluruh wilayah Indonesia.
Terancamnya Sebuah Monumen Bersejarah
Dari sekian banyaknya monument bersejarah yang berada di kota tua Jakarta, Ostzydsche Pakhuizen atau Gudang Bagian Timur adalah bangunan yang terancam akan punah. Gedung yang merupakan peninggalan sejarah dan budaya yang sangat langka ini, merupakan bagian dari tembok kota dan benteng Jakarta Lama. Bangunan ini, adalah salah satu peninggalan sejarah yang masih ada di Asia Tenggara, yang bahkan tidak dimiliki di Ibukota negara lain seperti Singapura, Kuala Lumpur, bahkan New York.
Bangunan yang dibangun pada abad ke-18 ini, dahulu bernama Graanpakhuizen atau “gudang gandum”. Pada saat awal berdiri, terdapat empat gudang, namun yang tersisa kini, hanyalah satu gudang, sedangkan yang lain hanya tinggal puing-puing saja.
Pada masa pendudukan Belanda, Oostzydsche Pakhuizen digunakan untuk menyimpan bahan makanan untuk perbekalan kapal-kapal VOC selama lebih dari dua ratus tahun. Tahun 1995, dua gudang tertua itu dirubuhkan untuk pembangunan jalan tol dalam kota. Yang tersisa sekarang hanya keadaan gudang yang menyedihkan. Sisa gudang semakin hancur, runtuhannya dijual di loakan oleh warga setempat. Tidak hanya itu, mereka pun berusaha menghancurkan bangunan tersebut. Hingga detik ini juga, masih tersisa beberapa bagian dari tembok kota Jakarta Lama di sebelah timur laut gudang. Ironisnya, tembok kota ini sekarang digunakan oleh warga setempat untuk menjemur pakaian.
Jika bangunan bersejarah sisa peninggalan VOC ini dirubuhkan, maka habislah sudah tempat-tempat bersejarah dalam tembok kota Jakarta Lama. Sayang sekali jika bangunan seperti ini dibiarkan hancur begitu saja, sedangkan seharusnya kita bisa membangunnya kembali dengan tujuan pelestarian. Tidak tertutup kemungkinan jika nantinya tempat ini dapat dijadikan daerah pariwisata, yang dapat mendatangkan pendapatan bagi pemerintah daerah pada khususnya dan negara pada umumnya. Sebagai contoh, dapat kita lihat Westzydsche Pakhuizen atau sekarang Museum Bahari, yang sampai saat ini kondisinya masih sangat terawat.


Monday, September 17, 2007

Kemping yuks

Pantai biasanya dijadikan tempat berwisata mandi sinar matahari ataupun bermandi air laut bagi pengunjungnya. Lantas bagaimana rasanya jika kita kemping ria ditempat yang menjadi salah satu tujuan wisata favorit itu?
Akhir pekan kemarin saya berkesempatan merasakan pengalaman tersebut. Kali ini saya, ikut dengan starfish Adventure dan para peserta expatriat yang akan kemping dipinggir pantai pulau Bira Besar yang terdapat dilokasi kepulauan seribu yang memang sudah dikenal itu.

Masuk kepulau-pulau yang konon terdiri dari lebih 1000 pulau kecil dan besar itu, ada dua jalur yang berbeda. yang satu lewat pantai Marina ancol, atau lewat jalur Dermaga Muara angke.
Jika Anda memilih jalur pantai Marina, maka Anda akan diantar dengan menggunakan speedboat yang maksimal kapasitas penumpangnya terdiri dari 45 orang. Naik kapal ini Anda akan dikenakan biaya Rp.100.000 perrorang sekali jalan. Atau jika Anda ingin lebih privasi maka Anda bisa menyewa kapal tersebut senilai Rp.8juta hingga Rp.10 juta untuk sekali jalan.
Sementara untuk jalur dermaga Muara Angke harganya jauh lebih murah yaitu Rp25.000 perorang, atau biaya sewa sekitar Rp3,5 hingga 4 juta.
Kalau Anda ingin melakukan trip antar pulau dikenakan tarif Rp400.000. Sementara untuk sewa jetski sekitar 25 menit Rp125.000 banana boat Rp.200.000 untuk lima orang penumpang.



Berlabuh di pulau Pramuka
Setelah perjalanan sekitar2,5 jam, akhirnya sampailah kita di pantai pulau Pramuka, yang merupakan pusat pemerintahan administratif kabupaten Kepulauan Seribu.
Dari sana perjalanan kami belum selesai, kami harus pindah kapal dari kapal ojek dengan kapal carteran menuju lokasi pulau. Setelah selama satu setengah jam berada diatas kapal kayu kecil yang hanya berkapasitas maksimal 15 orang itu, kami sampai juga di pulau Bira Besar.
Menurut pak Ismail pemilik usaha sewa kapal kayu, Pulau Bira merupakan salah satu pulau terbesar di kepulauan Seribu, dengan luasnya yang sekitar 20 hektar itu.
Dulu tempat ini sangat indah dan banyak diminati wisatawan asing maupun lokal. Namun karena krisis ekonomi, maka pemiliknya membiarkan pulau ini kosong dan hanya ditinggali para pengurusnya.
"Dulu tempat ini menyediakan beragam jenis wisata air, seperti snorkling, diving, jetski, hingga lahan golf, namun bangkrut sejak dua tahun lalu," ujar Ismail.
Snorkling tur
Selesai memasang tenda dan istirahat sebentar, kami langsung melakukan trip tur untuk snorkling melihat keindahan alam dasar laut.
Kali ini, pulau tujuan kami adalah pulau matahari, pulau macan, dan macan tutul yang tak jauh dari pulau Bira Besar.
Dengan menggunakan snorkel (alat untuk mengintip ikan-ikan dan terumbu karang), fin, dan juga google (kacamata renang) kamipun asyik menyaksikan beragam jenis ikan berseliweran dibawah kaki kami.
Bagi Anda yang tidak bisa berenang, Anda juga bisa menikmatinya dengan menggunakan jaket pelampung. Namun awas, Anda juga harus hati-hati menjaga keseimbangan, karena jika tidak maka Anda akan mudah panik karena merasa terbawa arus.
Dari tiga pulau yang kami kunjungi itu, pulau macan tutul lah yang memiliki ekosistem bawah laut yang paling cantik diantara ketiganya.
Beragam ikan seperti ikan kuning, hingga salamander bisa Anda nikmati keindahannya.
Menurut Dauri salah seorang guide dalam perjalanan ini, jika beruntung, Anda juga bisa menyaksikan beragam jenis ikan seperti clownfish (ikan yang ada pada finding nemo), ikan betung, atau ikan-ikan lain yang jarang dilihat.
Puas bersnorkling ria, kamipun pulang ke pulau Bira Besar untuk istirahat. Usai memasang kembang api dipinggir dermaga, akhirnya kami masuk tenda. Suasana angin malam langsung terasa. Meski demikan beberapa diantara peserta memilih tidur dengan sleeping bag dipinggir pantai ataupun didermaga.
Ditemani dengan semilir angin, dan deburan ombak laut yang tengah pasang, tidurpun seolah dinina bobokan dengan nyanyian alam. esoknya, sebelum perjalanan pulang, kamipun menyempatkan diri untuk sekali lagi bersnokling di pulau macan yang ternyata jauh lebih indah dibandingkan dengan tiga pulau sebelumnya. setelah 30 menit bermain air, waktunya pulang tiba, karena kapal di pulau Pramuka telah menunggu kami untuk pulang kembali ke Jakarta.
Wisata kemping pantai ini, menurut Aya dibuatnya karena kebosanan wisatawan pada liburan pantai dengan menginap di cottage atau resort yang sudah biasa. Menurutnya peserta terutama expatriat banyak yang antusias dengan kegiatan ini, bahkan dia harus menolak calon peserta lain karena trip ini memang terbatas hanya untuk maksimal 20 peserta saja.
Selain Pulau Seribu, Starfish Adventure juga sering mengadakan trip ke ujung kulon dan wisata air lainnya. Setiap bulannya, mereka biasanya mengadakan trip air ini secara rutin. "Untuk bulan depan, kami juga akan mengadakan cast away trip, yakni tur kemping ke beberapa pulau sekaligus dalam waktu empat hari," ujar Aya pemilik Satrfish Adventure.
Biaya trip kemping ini, menurut Aya tentu saja jauh lebih murah daripada menginap di resort atau cottage. Untuk sekali trip saja, Anda hanya perlu mengeluarkan kocek sebesar Rp.359.000 termasuk makan, dan kegiatan lainnya.
Nilai tersebut bisa mengirit pengeluaran liburan Anda yang jika harus menyewa rumah atau resort yang umumnya berkisar mulai dari Rp600.000 untuk satu malam saja.
Tips wisata pantai
Bawalah perlengkapan kemping seperti sleeping bag, matras, senter, dll
Gunakan sunblock agar tidak terbakar sinar matahari, dan pelembab anti nyamuk agar tidur Anda bisa nyenyak
Pakailah pelampung selama berada diatas laut agar menghindari masalah2 yang tidak diinginkan
Bawalah perlengkapan pakaian beberapa potong agar Anda bisa bebas berenang dan melakukan aktifitas air lainnya
Bawalah air minum bersih dan juga tisu basah jika ternyata Anda sulit mencari toilet bersih ketika ditempat kemping
Jika Anda termasuk traveller sejati, maka pilihan jalur dermaga Muara Angke merupakan pilihan yang tepat. Namun, jika anda ingin merasa nyaman dan tidak berdempetan selama perjalanan, maka lebih baik menggunakan jalur pantai Marina.

Monday, September 03, 2007

3 september 1952-3 september 2007

Setengah abad lewat lima tahun, itulah tepatnya usiamu saat ini
tak terasa....
jika bukan karena kerut dalam diwajahmu,
jika bukan karena mulai kabur pandanganmu,
jika bukan karena telah ompong gigimu,
jika bukan karena mulai bungkuk jalanmu,
mungkin aku berpikir kau masih seperti dulu.
yang sempat takku percaya betapa tampan dan gagahnya saat muda dulu lewat koleksi foto-foto lamamu
mungkin kau memang bukan ayah terbaik didunia,
tapi aku tak pernah berharap lebih. apa yang kau berikan sudah lebih cukup berharga bagiku
kau mencintai kami dengan caramu,
kau mendidik kami dengan caramu
dan aku bangga karenanya

akh masih terbayang rasanya
ketika sepupu-sepupuku sibuk menyiapkan perjalanan liburan tiap minggunya
kau malah asyik mengajarkanku bagaimana mencuci dan menjemur pakaian
ketika sepupu-sepupuku sibuk bercerita serunya pengalaman mandi dipantai mereka
kita malah serius memperbaiki antena rumah mungil kita yang hampir membuatmu terjatuh terpeleset sisa air hujan yang mengendap
kita tertawa berdua, meski rasanya bukan disaat yang tepat
banyak pelajaran yang kau berikan padaku
pelajaran yang membuat aku kuat saat ini
pelajaran yang membuatku lebih menghargai hidup dan mencintai apa yang kumiliki
Hampir setiap malam kau menemani tidurku sambil mengusap kepalaku ketika aku terkena cacar air saat itu. padahal saat itu aku sudah duduk dibangku kelas 2 SMP tapi rasanya aku tak canggung untuk memelukmu.
kita sering berbincang, atau tepatnya aku mendengarkan semua ceritamu sejak kau masih muda dulu, didepan teras rumah yang tengah rajin kau tanami bonsai itu.
kau mendiamkanku karena aku mulai tak mengindahkan laranganmu
kita menangis bersama tanpa suara saat berbicara hari itu?
kamu begitu emosionil, sifat yang kemudian kau turunkan padaku
kamu pandai merangkai kata dalam bait-bait puisi cerita kehidupanmu, bakat yang mungkin juga kau turunkan padaku
terkadang kau begitu menyebalkan, mengecewakan, mengharukan, dan kadang menyenangkan dengan celoteh-celoteh garingmu
Ada beberapa hal yang membuatmu betah berlama-lama, berada didepan mesin ketikmu, menonton tv, ngobrol, membuat prakarya aneh atau membongkar rumah yang kemudian kusebut sebagai rumah bongkar pasang kita, dan merokok sambil mengopi sembari merangkai imajinasimu
tapi kini, rasanya kita semakin jauh
kau hanya menegur seadanya saat aku pulang kerumah, dan lalu sibuk lagi dengan aktifitasmu. obrolan kitapun hanya seputar pekerjaanku, kondisi kesehatanku, dan nasehat-nasehat agar rajin makan dan menjaga diriku. Kemudian kita baru akan bersapa lagi saat aku pamit pulang dan kau hanya akan berkata "Hati-hati sayang" ungkapan rutinitas yang mungkin biasa bagimu, namun tersimpan rapi dihatiku. Semua selalu begitu, hambar memang.
padahal dulu aku satu-satunya anakmu yang kerap dianggap sok modern oleh kakak dan adikku karena tak pernah canggung mengucapkan i love u pada kau dan mama.
huhhhh rasanya tak akan pernah ada kata yang cukup untuk menggambarkan perasaan sayangku padamu. Namun kuyakin kau tahu tanpa perlu kuungkapkan dengan kata-kata
Kini, diusiamu yang genap 55 tahun kau tetaplah ayah kesayanganku, kecintaanku, dan pujaanku.
kuharap kita bisa seperti dulu lagi, tanpa rasa canggung, tanpa ada batasan, tanpa ada kemarahan, namun kebahagiaan seperti dulu

Pa....
berteriaklah selantang dulu lagi
tertawalah sekeras dulu lagi
bercandalah sehangat dulu lagi
berjalanlah segagah dulu lagi
menataplah seyakin dulu lagi
karena kau belum kalah
kau hanya tengah menyusun kekuatan
untuk menggapai kemenangan hidup
dan aku akan bersamamu mewujudkannya

Monday, August 20, 2007

sepenggal catatan darimu

Sepenggal catatan yang tersisa darimu yang masih tersimpan saat ini. Kalimatnya sederhana namun membekukan hati.
Tak pernah bisa kubuka jurnal itu tanpa derai airmata.
Aku mengenal kamu lebih dalam disana. banyak hal yang ingin kukenali, namun kamu lebih dulu memutuskan untuk pergi selamanya, dengan jalanmu, dengan keputusanmu.
Keputusan yang sempat membuatku tak bisa memaafkanmu, karena kamu egois, dan bodoh telah melakukannya. Sepenggal catatan ini meyakinkanku bahwa kamu memang dirimu.

cuma ingin

kenapa sih kamu nggak pernah mengerti
nggak pernah cemburu, nggak pernah peduli, dan nggak mau percaya
padahal aku cuma ingin bisa melihat kamu tidur setiap malam,
melihat kamu bangun setiap pagi dengan geliat gelimu
melihat kamu duduk serius nonton serial dawson creek kesayanganmu setiap minggu
melihat kamu diam cemberut setiap kali marah
mendengar kemarahanmu setiap saat
melihat kamu tertawa setiap digoda
melihat kamu menimang lima anak-anak kita yang lahir dari rahimmu
melihat kamu beruban
melihat kamu berkeriput saat kuelus pipimu
melihat kita jadi tua bersama
cuma ingin itu, nggak lebih

Desember 2001

Sunday, August 19, 2007

I miss u so

malam ini aku rindu,
pada tubuh tinggi berisi yang selalu hangat kupeluk
pada wajah oval sempurna yang selalu kusentuh
pada sinar sendu mata yang selalu menatapku
pada sosok humoris yang selalu menceriakanku
pada lengkingan tawa yang selalu akrab menyapa
pada tiupan lembut dibelakang telingaku
pada mimik cemberut yang selalu merayuku
pada semua hal yang dulu tak kupahami, tak kupedulikan, dan tak kuungkapkan
aku rindu pada semuanya
pada semua yang pernah kita lewati, bahkan yang tak pernah kita lewati
rindu yang membuat aku tertawa, dan menangis tanpa akhir

Takkan pernah habis air mataku
Bila ku ingat tentang dirimu
Mungkin hanya kau yang tahu
Mengapa sampai saat ini ku masih sendiri
Adakah disana kau rindu padaku
Meski kita kini ada di dunia berbeda
Bila masih mungkin waktu berputar
Kan kutunggu dirimu
Biarlah ku simpan sampai nanti aku kan ada di sana
Tenanglah dirimu dalam kedamaian
Ingatlah cintaku
Meski kau tak terlihat lagi
Namun cintamu abadi

Thursday, August 16, 2007

Rabu, 15 Agustus 2007, di delapan malam

Malam itu, pintu kamarku diketuk. tak seperti biasanya, aku mendapat tamu yang tak membuat janji bertemu.
Penasaran sekaligus bimbang kubuka perlahan sambil berharap bukan hal buruk yang datang.
Dan, kulihat ia berdiri tegak dibalik pintu. Wajah yang selama ini kurindukan.
Dia kembali, aku tak percaya. Seluruh darahku berdesir, jantungku berdegup kencang, dan tubuhku membeku.
dia tak banyak berubah, selain terlihat makin matang
tubuhnya masih tegap, namun sedikit menghitam
wajahnya masih menawan, hanya tampak lebih keras,
dia tersenyum, masih seperti dulu dengan bibir penuh yang selalu dia keluhkan,
dengan kaus putih dan jeans belel ciri khasnya,
kemudian dia membuka tangannya, aku masih terpaku
dia memelukku erat aku masih mematung
dia hangat, dia nyata, dia kembali
Dan aku menangis, hingga tersengguk
aku bahagia, sangat bahagia dia kembali
kemudian tangisku tertahan
aku kehabisan nafas, berusaha berteriak, memanggil, aku tersedak, lantas terbangun
aku kian meratap, aku cuma bermimpi, mimpi dia kembali
15 agustus 2007, dia menepati janjinya, janji lima tahun lalu.
lima bulan setelah kepergiannya dia berjanji, dan malam ini dia berusaha menepatinya
walau dalam mimpi, seperti ketika dia beranjak pergi.

dear love, i let you go

Tuesday, August 14, 2007

dewa kecilku


kepala plontos menjadi ciri khasnya
gaya cuek namun sensitif itulah dia
banyak sudah kenanganku tentangnya
sejak dia ada, hidupku berwarna
masih hafal dikepalaku semua yang ada tentangnya
kebiasannya menggosokkan kepala ketika mengantuk
atau memerahnya seluruh wajahnya ketika rasa mulas menyerangnya, "persis si moky" itu kataku dengan senyuman yang tak pernah lepas.
kucermati dan selalu kunikmati mengamatimu setiap hari
kadang kau tergagap, atau berceloteh tak tentu, menarik perhatianku
tak pernah bisa kutolak permintaanmu, bahkan meski itu terlalu sulit diwujudkan
kau selalu tahu kelemahanku, meminta dengan wajah memelas dan tersenyum, dan aku lantas luluh
kau selalu tahu caranya menyenangkanku, cukup mengecup pipi dan mengatakan aku sayang sekali sama kamu, maka tertawalah aku
hariku yang kelabu kau ubah berwarna setiap saat, dengan celotehanmu yang rasanya tak pernah ada habisnya itu
kadang aku bosan juga, dan memohon padamu untuk menghentikannya. namun dengan nakalnya dia akan sengaja terus berceloteh panjang, menyanyi, bersenandung atau apapun juga. rasanya kau hanya diam saat tidur. saat yang selalu kutunggu untuk menyaksikan kedamaian wajahmu, dan membuatku tersenyum tanpa henti. dan membuatku tertarik menganggumu.
saat kau sakit, seisi rumah seolah ikut sakit. karena kau hanya diam dan sesekali menangis serta mengeluhkan sakitmu, membuat kami tak berdaya
tak bisa kubayangkan hidup kita tanpamu
kau pelipur laraku, penyemangatku, pelita hidupku.
kau dewa kecilku :D



Wednesday, August 01, 2007

NN

aku bukan hanya duri dalam dagingmu
tapi aku benci dalam cintamu
aku marah dalam tenangmu
aku duka dalam sukamu
aku tangis dalam tawamu
aku laknat dalam pahalamu
aku neraka dalam surgamu
aku hitam dalam putihmu
aku gelap dalam terangmu
aku munafik dalam setiamu
jika cinta adalah cinta
dan jika cinta adalah dusta
namun cinta hanyalah mimpi


Yang,.....
mungkin itu namaku
dalam pekikan ceritamu
menelusup diantara goa permainan
berdinding gelak yang kau tawarkan
dengan gerbang gema ketiadaan
Yang,....
jika aku adalah kelelawar
kubutakan kau dengan nyalang mataku
kuincar kau dengan hidung
kujerat kau dengan kuku tajamku
kusesatkan kau dengan kepak kokohku
namun aku hanyalah Yang,.........
tergoyah lunglai dalam bisikmu
tergopoh runtuh dalam pekikmu
terjejak mati dalam langkahmu


panggil aku pelacur
diantara perempuan jalang yang terpajang
dengan rok mini dan gincu menyala
berbaris dingin menanti datangmu
datanglah kau raga yang rindu akan hangat tanpa rasa
aku siap menghisap hingga musnah madumu
aku siap merengkuh hingga puas birahimu
aku siap menengadah menghampiri nafsumu
kau tak perlu merayuku
kau tak perlu menatapku
kau tak perlu membelaiku
kau tak perlu mengecupku
kau tak perlu mencintaku
karena aku pelacurmu

Monday, July 30, 2007

Dalam dekapanmu..................

tubuhku hangat hingga hatiku
ragaku luluh hingga jiwaku
saat berada dalam dekapanmu
kubiarkan kau menekuri seluruh tubuhku
kubiarkan kau mengusap seluruh tubuhku
menuntaskan kerinduanmu
aku terpejam
tak hanya menikmati usapanmu
tak hanya melayang pada kisah kita dulu
ketika kita berbicara hingga malam tiba
ketika kita tidur dalam ranjang kecil itu
ketika kita berjalan bersama
ketika aku meninggalkanmu pertama kalinya
ada gurat kekecewaan disana
ada titik kesedihan disana
namun kau tak sanggup menahan
dan hanya memandangku dengan wajah sendumu
aku diam,
bukan marah,
bukan tak kecewa
hanya menahan tangis
hanya menahan rindu
dalam diamku
dalam pejamku
seperti yang kulakukan malam ini
agar tak lagi menambah bebanmu bunda

Luv u forever

Wednesday, July 18, 2007

Terimakasih Kau selamatkan aku dan keluargaku

Pagi itu, seluruh badanku rasanya sudah hampir remuk, setelah selama dua hari kemping di pulau seribu yang ternyata tidak seindah yang kubayangkan. Masih terbayang perjalanan selama dua setengah jam diatas laut yang mengombang ambing kapal kayu yang aku naiki.
Perjalanan pulang diatas kapal yang nyaris terbalik itu, membuat aku berpikir dan berdoa selama perjalanan. Tuhan, jangan ambil nyawaku saat ini, karena masih banyak kesalahan dan kewajiban yang harus kujalani saat ini.
Langsung terbayang wajah keluargaku satu persatu, dan aku bertekad tak bisa mati hari ini karena mereka tak boleh menderita. Aku tak takut mati untuk diriku sendiri, namun aku takut untuk meninggalkan keluargaku.
Mungkin Tuhan mendengar doaku. Perjalanan mencekam itupun berakhir pula, dengan sisa-sisa wajah pucat seluruh penumpang dikapal yang bau amis dan sesak penumpang itu.
Terimakasih Tuhan, hari ini Kau selamatkan nyawaku, demi keluargaku aku bersyukur padamu.

Perjalanan yang hampir merenggut nyawa ku itu, belum lagi selesai kusyukuri. Tiba-tiba ketika mataku masih terpejam suara sms masuk, didalamnya tertulis, aku harus menghubungi rumah karena masalah penting.
Hughhhh tiba-tiba dadaku terasa seperti ditimpa atap diatas kamarku.
Imam, Adikku yang selama ini selalu rajin kumanja, kumarahi, dan bahkan kuperintahkan tabrakan? Langsung terlintas beragam pikiran buruk yang terjadi pada dirinya. Aku tiba-tiba tidak bisa bernafas, dan tidak bisa berkata hingga Ena, adik perempuan pertamaku, berteriak memanggil menyadarkan kesunyianku.
Dia berkata, adikku Imam mengalami kecelakaan di daerah Serpong sejak malam tadi, dan sekarang tengah berada di tempat pijat tulang yang entah dimana keberadaanya, mereka belum tahu pasti.
Aku lemas, tidak tahu lagi apa yang harus kulakukan. Langsung kurebahkan kepala dan tubuhku diatas kasur lantai yang menjadi teman tidurku selama beberapa bulan belakangan ini. kuraih minyak kayu putih disamping tubuhku, dan langsung kubaluri seluruh tubuhku sambil tak terasa air mata terus mengalir. Aku menangis tanpa suara.
Sekuat hati dan tubuh kuangkat tubuhku untuk mandi dan bersiap pergi, aku bertekad untuk pulang hari ini. sepanjang perjalanan, hati dan pikiranku tak menentu. Tak henti ku hubungi teman adikku yang saat itu menemaninya.
Aku marah dalam tangisku, karena mereka tak memberikan keterangan yang jelas. Bahkan mereka memberitahu sampai sekarang kondisi adikku belum juga mendapatkan perawatan. Aku berteriak “tolong bantu adikku, dan jangan takut tidak aku bayar nanti,” rasanya hanya dengan kemarahan itulah aku bisa melepaskan sesaknya dada ini.
Sampai dirumah kudapati keadaan menegang. Mama, hanya mampu menangis saat memelukku. Dan aku sudah tidak tahu lagi apa yang harus kulakukan.
Perjalanan ayah, kakak, dan tetanggaku menjemput adikku yang ternyata dibawa ke wilayah bogor yang entah kutahu dimana rasanya seperti setahun. Sejak pukul 10 pagi mereka pergi, akhirnya mereka baru kembali pukul 02 siang.
Aku yang tengah cemas menantikan kedatangan mereka, langsung terbangun ketika kudengar suara mobil memasuki pekarangan rumah. Dari kaca mobil kulihat wajah adikku yang pucat. Oh Tuhan, aku menjerit dalam hati, terimakasih Kau telah selamatkan adikku.
Dalam bopongan kakak dan ayahku, kulihat dia meringis menahan sakit karena retaknya tulang telapak kakinya, begitu menurut keterangan ayahku. Aku Cuma bisa melihat wajahnya yang seolah takut menatapku mungkin karena rasa bersalahnya.
Aku diam, dan kemudian menangis sambil mengelus kepala dan wajahnya. Bahkan aku tidak ingin mengeluarkan sepatah katapun. Aku bersyukur kamu selamat, hanya itu ucapku dalam hati.
Saat itu kusadari, betapa aku tidak akan sanggup kehilangan dia. Meski dia sering merajuk, menjengkelkan, dan bahkan membuatku menangis karena marah, namun aku tetap tak ingin kehilangannya. Tidak untuk kapanpun.
Tuhan, dua kali kau hindarkan aku dan adikku dari maut. Terimakasih atas semua anugerahmu selama ini. Meski dalam alpaku Kau masih menyayangiku. Ampunkan aku dalam semua kesalahanku. Tuhan, lindungi aku, ayah, ibu, adik-adik, dan kakak-kakaku hingga aku bisa menepati janjiku membahagiakan mereka.

Tuhan terimakasih untuk segalanya.

Tuesday, July 17, 2007

ufffhhhh











maaf
jika selama ini kuselalu membebanimu, menyakitimu,menjengkelkanmu, bahkan mempermalukanmu
kalau saja semua bisa kuulang
kuharap tak pernah hadir dalam hidupmu
agar hidupmu tak pernah ada airmata,
penderitaan, ketakutan, dan rasa bersalah karena diriku
kalau saja......

rasanya biasa
ketika kau singgah
saat butuh teman bicara
ataupun butuh hangat dalam dinginnya malam
dan semua biasa
ketika kau pergi
saat ceria hidupmu kembali
ataupun tak lagi ada sedih dihatimu
bagiku biasa
ketika kau datang dan pergi
entah dalam bisik ataupun dalam kesunyian
namun kini tak lagi biasa
ketika ucapmu menggores hati
dan itu terlalu dalam
aku ingin terbiasa,
namun itu tak lagi biasa
kini hatiku bagai pantai
yang sebentar mengering
dan kemudian basah kembali
oleh luka ombakmu

aku masih ingat,.....
ketika harus setia menunggu disetiap tempat janji pertemuan kita
ketika panas menyengatku saat menantimu disebuah halte,
ketika gerimis membasahiku saat menantimu disebuah mall,
bahkan ketika hujan deras mengguyurku saat harus menjemputmu
semuanya tak kuhiraukan
aku tetap menunggu, entah kenapa
mungkin kau tak pernah ingat,..........
ketika aku dengan ikhlas, rela kau tinggalkan ditepi jalan,
hanya karena takut kau terkena panas,gerimis, dan hujan yang tak pernah kugubris kedatangannya
mungkin kau tak pernah tahu,...
ketika aku rela menanggalkan kebutuhan dan keinginanku
sekedar untuk menyenangkanmu
mungkin kau tak pernah sadar,....
ketika seringku berdusta menghalau nyeri, lelah, malas, dan kesibukanku untuk setia padamu
namun,...
aku tak menyesalinya
tak akan pernah menyesal
bahkan jika itu harus ku ulang seribu kali lagi

dulu,
kupikir kita dekat
kupikir kumengenalmu
setelah sekian lama kita bertemu
tapi ternyata aku salah.....
namun aku mengerti
sangat mengerti bahkan
karena itulah aku pergi
karena aku sangat mengerti

hujan datang lagi
namun kini sangat deras
bukan gerimis,
yang biasanya kunikmati
ia tak hanya membasahiku
namun menenggelamkanku
dalam kesendirian
dalam kesakitan
dalam kedinginan
dalam penantian
menuju hujan badai

aku tak ingin lagi
malam membiarkanku menghitung bintangnya
aku tak ingin lagi
siang membiarkanku tersengat mentarinya
dan aku tak ingin lagi
kau biarkan aku kembali mengganggu hidupmu
karena aku tak ingin lagi
hanya tak ingin lagi
bisakah????

langit gelap,
awan hitam
bintang kelip,
aku diam
kamu diam
kalian diam
dan pagipun datang

Friday, July 13, 2007

Maaf

Akhirnya kusadari
bahwa yang peduli hanya kalian
keluarga yang mungkin selama ini masih sering kuabaikan
sedangkan mereka,
hanya datang disaat butuh, tanpa peduli kapan dibutuhkan
yah, kamu, kamu, dan kamu semua
yang membuat semua pengorbananku seolah sia-sia
yang membuat letih dan keringatku seolah sebuah keharusan
aku tak berpamrih,
hanya berharap waktu, keringat, dan usahaku kalian hargai
bukan dengan materi, perhatian, sayang, cinta atau apapun istilahnya itu
aku hanya berharap, kamu, kamu, dan kamu semuanya bisa menghargaiku
seperti kamu, kamu dan kamu semua menghargai orang lain.
biarlah semua hal yang telah lewat menjadi bagian dari hidupku
menjadi garis yang membuatku bahagia,
bisa sedikit memberi kebahagiaan pada kamu, kamu, dan kamu semuanya
namun kini,
saatnya bagi diriku menjalani hidup,
mencari kebahagiaan diantara penderitaan
mencari tawa diantara tangis
dengan jalanku sendiri, dengan caraku sendiri
tanpa bantuanmu, tanpa membebani kamu, kamu dan kamu semuanya
kalau hari kemarin kubanyak membebani kamu, kamu dan kamu semuanya
saatnya kumelepaskan beban kamu, kamu dan kamu semuanya
maaf atas semua beban dan penderitaan kamu, kamu dan kamu semuanya
karena keegoisanku,
kekanakanku,
kemarahanku
dan segala keburukanku

Monday, July 09, 2007

Aku tetap bahagia karena mereka

Lebih dari sebulan usai ulang tahunku, ternyata masih ada satu kado istimewa yang aku terima hari ini. Selembar kertas usang kutemukan diantara tumpukan pakaianku dilemari
sekilas langsung kukenali bahwa itu adalah tulisan papa. Karena hanya dia yang mungkin dijaman serba modern ini masih menggoreskan tulisannya dengan menggunakan mesin ketik tuanya.

sebaris kubaca isinya, langsung tak bisa kutahan air mataku. kuputuskan untuk menutup kembali selembar kertas itu, dan membatalkan niatku membacanya. rasa malu menangis dihadapan keluargaku, masih besar kurasakan sampai saat ini. Karena aku tak ingin mereka bersedih atau kepikiran melihat aku sedih nantinya.
yah akhirnya kulipat rapat-rapat kertas yang sudah hampir kusut itu, dan menyimpannya baik-baik didalam tas merahku.
saat didalam bus perjalanan ke tempat kerja, akhirnya kuberanikan diri membuka kembali surat itu. baris demi baris kubaca, hingga tuntas. dan hampir disetiap baris kutak bisa menahan air mataku.
goresan tangan ayah yang selama ini membimbingku, membesarkanku, dan mencintaiku sepenuh hati, mampu meremukkan hatiku dalam sekejap.
kata-katanya seperti biasa, sederhana khas tulisannya selama ini. kekhas-an yang dia turunkan padaku saat ini.
dia mengeluhkan tentang sulitnya membahagiakan kami, dan juga aku anak-anaknya. betapa menyesalnya dia tak bisa membuatku bahagia selama ini. Tapi jujur, aku tak pernah merasakan menderita seperti yang dia perkirakan. aku bahagia, dengan diriku, keluargaku dan kehidupanku selama ini. tidak pernah sedikitpun aku merasa miskin materi ataupun kebahagiaan ditengah keluargaku selama ini.
Jika saja aku dihadapkan dalam sebuah pilihan, ingin seperti apa kehidupanku sebelumnya? maka aku akan memilih kehidupan yang telah aku jalani selama ini. karena apapun yang aku dapatkan selama ini, baik kebahagiaan dan kesedihan semua mampu kunikmati hingga ke ujung pori-poriku.
aku bahagia, dan sangat bahagia dengan mereka, bahkan hingga akhir hidupku aku akan terus bahagia bersama mereka. karena hanya karena merekalah aku mampu bertahan dan berjuang seperti saat ini......


Kado buat anak ketigaku

sumpah!
aku tersentak dan tertegun
ketika kutahu umur anakku sudah 28 tahun
padahal
masih segar dalam ingatanku
ketika tangan kecilnya masih menggapai
suaranya masih terngiang cadel dan tidak jelas
aku bercanda, aku tertawa
ketika kulihat tingkah lucunya

sumpah!
aku kaget dan terharu
ketika kusadar aku telah tua dan tak berdaya
sebab hari ini
selasa 29 mei 1979
engkau genap berusia 28 tahun
engkau tapaki kehidupan dengan tabah
engkau jalani karirmu dengan sepenuh hati
dan,
aku cuma bisa menatap dan mendoakanmu
dan,
aku tidak bisa memberikan hadiah apa-apa

sumpah!
aku terhenyak campur gembira
dalam usianya yang kuanggap mapan itu
engkau mampu meneruskan keinginanku
padahal jika aku ingat
betapa miskin dan menderita kehidupan remajanya dulu
sementara aku cuma bisa bekerja dan berdoa waktu itu
dan aku percaya
Allah akan memberikanmu sebuah kegembiraan
dan aku percaya
waktu akan membuatmu tertawa

tangerang, 29 mei 1979

Sunday, July 01, 2007

Jenuh

Jenuh banget ya rasanya
Gak tahu kenapa, tapi rasanya jenuh banget saat ini
Mungkin jenuh kerja seharian yang terkadang dalam seminggu penuh gak berhenti
Mungkin jenuh karena harus memandang langit-langit kamar kost yang gak berubah-ubah
Mungkin jenuh bertemu dengan orang-orang yang itu-itu saja
Mungkin jenuh mesti bersikap baik sama semua orang
Mungkin jenuh berkorban
Mungkin jenuh disepelekan
Mungkin jenuh disakiti
Atau mungkin jenuh sama kamu!!!!!!!
Jenuh pada sikapmu, perlakuanmu, keegoisanmu
Jenuh pada semua tentangmu……
Jenuh……

Jenuh

Ter…nyata hati, tak bisa berdusta
Meskiku coba, tetap tak bisa
Dulu cintaku, banyak padamu
Entah mengapa, kini berkurang

Reff :
Maaf ku jenuh padamu
Lama sudah kupendam
Tertahan dibibirku
Mauku tak menyakiti
Meski begitu indah
Ku masih tetap saja…. jenuh ….

Taukah kini, kau kuhindari
Merasakan kau, ku lain padamu
Cinta bukan, hanya cinta saja
Sementara kau, merasa cukup

By: Rio Febrian